Jakarta –
PT Jasa Marga (Persero) Tbk mendukung ekosistem transportasi berkelanjutan melalui kesiapan jaringan rest area sebagai titik layanan implementasi Bahan Bakar Minyak (BBM) Biosolar B50. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan fasilitas dan koordinasi layanan pada agenda Peresmian Implementasi Biosolar B50 oleh Presiden Republik Indonesia.
Mengusung tema ‘Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional’, kegiatan berlangsung di Rest Area KM 57A Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada Kamis (9/7).
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan kehadiran Biosolar B50 di rest area jalan tol menjadi bagian dari upaya Jasa Marga dalam menghadirkan layanan jalan tol yang adaptif terhadap kebutuhan transportasi masa depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sebagai operator jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga memastikan ekosistem infrastruktur pendukung jalan tol mampu beradaptasi dengan kebutuhan transportasi masa depan. Melalui kesiapan rest area dan sinergi bersama Pertamina, kami mendukung implementasi Biosolar B50 agar pengguna jalan, termasuk kendaraan logistik, dapat mengakses layanan energi yang sejalan dengan agenda transisi energi nasional,” ujar Rivan dalam keterangannya, Sabtu (11/7/2026).
Adapun Rest Area KM 57A Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang dikelola oleh mitra merupakan salah satu titik layanan di jaringan jalan tol Jasa Marga Group. Layanan ini berada pada koridor utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional, serta terhubung dengan akses menuju Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ).
Dengan keunggulan ini, rest area ini berperan dalam mendukung kelancaran perjalanan sekaligus penyediaan layanan energi bagi pengguna jalan tol.
Dalam mendukung implementasi Biosolar B50, Jasa Marga terus memperkuat koordinasi dengan PT Pertamina (Persero) serta mitra pengelola SPBU di lingkungan rest area Jasa Marga Group. Koordinasi dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas layanan, kelancaran operasional, serta dukungan terhadap penyaluran Biosolar B50 sesuai tahapan dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
Rivan menambahkan, Jasa Marga terus mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pengelolaan bisnis perusahaan. Hal ini termasuk melalui pengembangan layanan jalan tol dan rest area yang semakin responsif terhadap isu keberlanjutan.
“Dukungan terhadap implementasi Biosolar B50 merupakan bagian dari komitmen Jasa Marga untuk berkontribusi dalam agenda pembangunan nasional, khususnya dalam mendorong transportasi yang lebih berkelanjutan. Kami percaya rest area memiliki peran yang semakin strategis, bukan hanya sebagai tempat singgah, tetapi juga sebagai simpul layanan yang mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan transisi energi,” tambahnya.
Ke depan, penyediaan layanan Biosolar B50 akan dilakukan secara bertahap pada titik SPBU di koridor rest area yang berada di ruas Jasa Marga Group lainnya, dengan menyesuaikan kesiapan sarana, keandalan pasokan, serta regulasi teknis yang berlaku.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi rest area Jasa Marga Group sebagai ruang pelayanan publik yang semakin adaptif, andal, dan selaras dengan arah pengembangan transportasi berkelanjutan.
Melalui dukungan terhadap implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jasa Marga memperkuat peran rest area sebagai bagian penting dari ekosistem layanan jalan tol.
Ke depan, Jasa Marga akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah, Mitra, dan pemangku kepentingan terkait dalam menghadirkan layanan jalan tol yang tidak hanya mendukung kelancaran mobilitas, tetapi juga berkontribusi pada agenda ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
(anl/ega)



