SAMARINDA – Ketua Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kaltim, Narto Bulang ancam cabut kartu izin start (KIS) apabila terdapat pembalap yang terdaftar sebagai anggota melakukan balapan liar.
Menurutnya, di momen bulan suci Ramadan ini para kawula muda semestinya berkegiatan-kegiatan positif dengan memperbanyak ibadah, bukan justru melakukan hal-hal yang tidak perlu, seperti balapan liar.
“Jadi kalau ada pembalap yang lakukan balapan liar langsung kita cabut KIS-nya selama tiga tahun,” tegas Narto, Minggu (2/3/2025).
Ia mengatakan apabila pembalap dicabut KIS-nya, maka orang tersebut tidak dapat mengikuti balap resmi yang dilaksanakan oleh IMI Kaltim. Narto menyayangkan adanya balapan liar, sebab ini sudah seperti penyakit bagi kaum muda karena sering terjadi di berbagai sudut kota.
“Padahal balapan liar itu tidak hanya membahayakan para pembalapnya saja, tapi masyarakat luas,” ungkapnya.
Karenanya ia menegaskan akan bersama-sama membantu pihak aparat kepolisian untuk mengantisipasi dan mencegah agar tidak ada balap liar selama bulan suci Ramadan di Kaltim.
Selain itu, dirinya pun berharap pemerintah dapat membuat sebuah formula pengantisipasian dan tindakan tegas yang dapat memberikan efek jera kepada para pembalap pembalap liar yang mengancam keselamatan para pengguna jalan.
“Perlu ada formula baru untuk beri efek jera ke para pembalap liar,” tutupnya.
Leave a Reply