Ketua PBNU Bidang Keagamaan Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) mengutuk keras kasus pemerkosaan remaja 15 tahun oleh 27 orang pria di Sampang, Jawa Timur. Dia menyebut ulah para pelaku sangat keji.
“Saya mengutuk keras pemerkosaan terhadap anak di bawah umur di Sampang. Ini adalah kejahatan yang sangat keji, bertentangan dengan ajaran agama, nilai kemanusiaan, dan hukum negara,” kata Gus Fahrur kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).
Gus Fahrur mendesak agar aparat segera menangkap semua pelaku. Dia juga meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya mendesak aparat kepolisian segera menangkap seluruh pelaku yang masih buron dan mengusut kasus ini hingga tuntas tanpa pandang bulu,” ucapnya.
Selain itu, Gus Fahrur meminta pihak terkait memberikan perlindungan dan pendampingan yang maksimal kepada korban. Dia ingin agar anak-anak bisa terlindungi dari segala kejahatan.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk memperkuat perlindungan anak serta pendidikan akhlak agar kejahatan serupa tidak terulang,” ujarnya.
Seperti diketahui, perkara ini terungkap setelah pihak keluarga mencium adanya kejanggalan. Orang tua korban merasa ada yang tidak beres lantaran mendapati anak perempuan mereka berulang kali pulang ke rumah pada larut malam, bahkan hingga menjelang pagi hari.
Merasa curiga, orang tua langsung mencecar korban dengan berbagai pertanyaan. Korban seketika menangis dan mengakui petaka yang menimpanya.
“Keluarga curiga korban (telah diperkosa beberapa orang),” kata Kasat Reskrim Polres Sampang Iptu Nur Fajri Alim, kepada detikJatim, Sabtu (11/7).
Mendengar pengakuan yang begitu menyakitkan, pihak keluarga langsung mendatangi Mapolres Sampang untuk membuat laporan resmi. Pihak keluarga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas seluruh pelaku yang terlibat dalam lingkaran kekerasan seksual tersebut.
Kapolres Sampang AKBP Hartono menyebut peristiwa itu menimpa korban dalam kurun empat bulan. Keluarga korban baru melaporkan kasus itu pada 29 Juni 2026 karena korban mengalami trauma berat.
“Dalam kurun waktu pada bulan Februari 2026 sampai bulan Mei 2026 sekira pukul 21.00 WIB,” kata Hartono saat jumpa pers, Jumat (10/7).
Hingga saat ini, polisi sudah berhasil mengamankan 12 pelaku. Sementara itu, 15 pelaku lainnya masih jadi buron dan dalam pengejaran intensif petugas.
Halaman 2 dari 2
(fas/eva)



