Bisnis ternak sapi dan kambing menjelang Hari Raya Idul Adha menjadi salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan. (Foto: Okezone.com/Kementan)

JAKARTA – Bisnis ternak sapi dan kambing menjelang Hari Raya Idul Adha menjadi salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan. Permintaan hewan kurban yang selalu meningkat setiap tahun membuat usaha ini banyak dilirik masyarakat sebagai sumber cuan musiman.

Namun, di balik potensi keuntungan tersebut, usaha ternak membutuhkan modal awal yang tidak sedikit. Biaya terbesar umumnya berasal dari pembelian ternak, pembangunan kandang, hingga kebutuhan operasional harian.

Modal Usaha Ternak Sapi

Mengutip dari berbagai sumber, harga sapi bakalan lokal usia 6–8 bulan saat ini berada di kisaran Rp14 juta hingga Rp16 juta per ekor. Jika peternak membeli lima ekor sapi dengan harga rata-rata Rp15 juta, maka modal pembelian ternak saja sudah mencapai sekitar Rp75 juta.

Selain pembelian sapi, pelaku usaha juga perlu menyiapkan biaya pendukung lainnya. Misalnya, sewa lahan peternakan sekitar Rp5,5 juta per tahun, pembangunan kandang semi permanen sekitar Rp10 juta, serta perlengkapan kandang seperti ember, tempat pakan dan minum, sekop, hingga alat kebersihan dengan total sekitar Rp2 juta.

Dengan perhitungan tersebut, total estimasi modal awal usaha ternak sapi dapat mencapai sekitar Rp92,5 juta, tergantung skala usaha dan lokasi peternakan.

Di luar modal awal, terdapat pula biaya operasional bulanan yang harus diperhitungkan untuk perawatan dan penggemukan sapi. Biaya tersebut meliputi pakan tambahan sekitar Rp450 ribu per bulan, konsentrat Rp3 juta, vaksinasi Rp450 ribu, vitamin Rp600 ribu, obat-obatan Rp600 ribu, hingga biaya listrik, air, dan BBM sekitar Rp1 juta.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version