Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 32 poin atau sekitar 0,18 persen ke level Rp17.963 per dolar AS pada akhir perdagangan Jumat (3/7/2026).
Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa salah satu sentimen datang dari eksternal yakni investor terus memantau negosiasi antara Washington dan Teheran setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia percaya Iran telah “menyetujui hampir semua yang kita butuhkan,” menandakan kepercayaan bahwa diskusi bergerak ke arah yang benar.
“Namun, Wall Street Journal melaporkan bahwa Teheran telah menolak proposal untuk melepaskan klaimnya atas Selat Hormuz sebagai imbalan atas pelepasan miliaran dolar dana Iran yang dibekukan,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Laporan tersebut mengatakan Washington telah menawarkan insentif keuangan, termasuk akses ke aset yang dibekukan, untuk mengamankan jalur tanpa batasan melalui jalur air strategis tersebut, meskipun Iran sejauh ini telah menolak proposal tersebut.
Sinyal yang beragam membuat risiko geopolitik tetap menjadi perhatian para pedagang, bahkan ketika kekhawatiran akan gangguan langsung terhadap pasokan minyak mentah Teluk terus mereda. Pasar kini mengamati perkembangan lebih lanjut dalam negosiasi AS-Iran, arus minyak mentah Teluk, dan tanda-tanda pemulihan permintaan setelah libur akhir pekan AS untuk mendapatkan arah baru bagi harga minyak.
Data yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) menunjukkan ekonomi AS menambah 57.000 pekerjaan pada bulan Juni, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 110.000. Sementara itu, data penggajian bulan Mei direvisi lebih rendah menjadi 129.000 dari angka yang dilaporkan sebelumnya sebesar 172.000.


