Pernahkah Anda menyadari bahwa letak kancing baju pria dan wanita berbeda? Banyak orang baru menyadari hal ini ketika tanpa sengaja mengenakan pakaian milik pasangan, saudara, atau anggota keluarga yang berbeda jenis kelamin.
Faktanya, letak kancing baju wanita dan pria memang berbeda. Hal ini telah menjadi standar dalam industri fesyen selama ratusan tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbedaan ini bukan sekadar soal desain, melainkan memiliki latar belakang sejarah, budaya, hingga kebiasaan yang terus bertahan hingga sekarang.
Menariknya, aturan tersebut tidak berasal dari pertimbangan estetika semata. Ada berbagai teori yang menjelaskan mengapa letak kancing baju wanita dan pria berbeda, mulai dari kebutuhan militer, tradisi kalangan bangsawan Eropa, hingga proses produksi massal pada era Revolusi Industri.
Meskipun saat ini banyak pakaian unisex mulai bermunculan, sebagian besar merek fesyen masih mempertahankan aturan lama tersebut. Lalu, bagaimana sebenarnya sejarah di balik perbedaan ini?
Letak kancing baju wanita dan pria berbeda
Dilansir dari Reader’s Digest, berikut alasan letak kancing baju pria dan wanita berbeda yang perlu diketahui.
1. Awalnya belum ada aturan baku
Kancing sebenarnya sudah digunakan sejak ribuan tahun lalu. Namun, aturan mengenai posisi kancing berdasarkan jenis kelamin baru mulai berkembang pada abad ke-17 dan ke-18.
Saat itu, sebagian besar pakaian dibuat secara khusus sesuai pesanan sehingga penempatan kancing belum memiliki standar yang benar-benar seragam.
Perubahan mulai terjadi ketika industri pakaian berkembang dan produksi massal menjadi lebih umum pada akhir abad ke-19.Sejak saat itu, posisi kancing mulai dibakukan dan diterapkan secara luas.
2. Pakaian pria dirancang untuk kemudahan penggunaan
|
|
Salah satu alasan utama mengapa letak kancing baju wanita dan pria berbeda berkaitan dengan faktor praktis. Sebagian besar orang menggunakan tangan kanan sebagai tangan dominan.
Pada masa lalu, pria sering membawa senjata atau perlengkapan yang perlu diakses dengan cepat. Karena itu, kancing pada pakaian pria ditempatkan di sisi kanan agar lebih mudah dibuka atau ditutup menggunakan tangan dominan. Penempatan ini dianggap lebih efisien dan mendukung mobilitas.
3. Wanita bangsawan dibantu pelayan saat berpakaian
Teori yang paling banyak diterima berkaitan dengan kehidupan kalangan bangsawan Eropa.
Pada abad ke-17 dan ke-18, wanita dari keluarga kaya umumnya tidak mengenakan pakaian sendiri. Mereka dibantu oleh pelayan pribadi yang bertugas mengenakan dan mengancingkan pakaian.
Karena pelayan berdiri menghadap majikannya, posisi kancing di sisi kiri dianggap lebih memudahkan proses mengancingkan pakaian menggunakan tangan kanan. Dari sinilah tradisi tersebut berkembang dan terus diwariskan hingga sekarang.
Simak alasan letak kancing baju pria dan wanita berbeda lainnya di halaman berikutnya..
Add
as a preferred
source on Google


