Anak punk berinisial FA tewas dibunuh rekannya, D. Keributan berujung maut itu diduga dipicu perebutan pacar.
Perebutan kekasih berujung pertumpahan darah sesama anak punk. Pertikaian maut itu terjadi di kontrakan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar.)
Keributan itu membuat geger lingkungan sekitar karena terjadi saat dini hari. Warga melaporkan kasus tersebut hingga pelaku ditangkap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pelaku berinisial D berhasil diamankan petugas setelah sempat melarikan diri ke wilayah Tambelang,” kata Kapolsek Cikarang Barat, Polres Metro Bekasi, Kompol Dimas Adhit Putranto, dilansir Antara, Senin (29/6/2026).
Korban dan pelaku yang sama-sama merupakan anak pun pengamen jalanan terlibat cekcok karena keduanya punya ketertarikan terhadap seorang perempuan yang sama.
Cekcok berujung penusukan terhadap korban di sebuah rumah kontrakan di Kampung Lanai, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, pada Sabtu (27/6). Korban mengalami luka tusuk di dada sebelah kiri dan perut.
Petugas yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi.
Pelaku sempat melarikan diri, namun akhirnya ditangkap di tempat persembunyiannya di Kampung Petecina, Desa Sukaraja, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi pada Minggu (28/6) sekitar pukul 11.00 WIB.
Atas perbuatannya, terduga pelaku disangkakan melanggar Pasal 458 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan atau Pasal 466 ayat (3) KUHP.
Kronologi Keributan Maut
Peristiwa bermula pada Sabtu (27/6) sekitar pukul 04.00 WIB di sebuah kontrakan di Kampung Jatibaru, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Korban FA yang merupakan warga Desa Kalijaya, datang ke lokasi dan terjadi cekcok yang berlanjut menjadi kontak fisik dengan terduga pelaku.
“Berdasarkan keterangan awal para saksi, perselisihan sempat dilerai oleh warga sekitar,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, dalam keterangannya, Senin (29/6).
Akan tetapi, keributan kembali terjadi di lokasi kontrakan lain hingga korban diduga mengalami luka akibat senjata tajam. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bakti Husada oleh rekan-rekannya untuk mendapatkan pertolongan medis.
Setibanya di RS, korban dinyatakan meninggal dunia. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melaporkannya kepada Ketua RT dan pihak kepolisian.
Pihak kepolisian bergerak ke lokasi dan melakukan penyelidikan. Pelaku sempat kabur, namun dapat ditangkap beberapa jam setelah kejadian tersebut.
Barbuk Miras hingga Tabung Gas
Selain menangkap pelaku, polisi menyita barang bukti tabung gas dan minuman keras (miras). Pengungkapan perkara tersebut dipimpin langsung Kapolsek Cikarang Barat Kompol Dimmas Adhit Putranto,bersama Kanit Reskrim AKP Engkus Kusnadi, dan Kanit Resmob Satreskrim Polres Metro Bekasi Iptu Eko Tinius beserta anggota.
“Barang bukti yang diamankan antara lain pakaian korban, tabung gas ukuran 3 kilogram, dan botol minuman keras,” imbuhnya.
Dipicu Urusan Asmara
Ketua RT setempat Boy Sandi mengatakan perselisihan antara korban dan pelaku telah terjadi sejak sehari sebelum kejadian. Berdasarkan informasi yang diterimanya, keduanya sempat bertengkar di kawasan Pasar Beras Cikarang Jati sebelum berlanjut ke Kalijaya.
“Kami tidak mengetahui secara pasti awal kejadiannya. Informasinya mereka sempat cekcok sejak sore, lalu menjelang subuh ada warga yang melapor. Saat kami tiba di lokasi, korban sudah dibawa ke rumah sakit,” kata Boy.
Dia mengatakan korban dan pelaku sama-sama berprofesi sebagai pengamen anak punk. Menurut dia, perselisihan diduga dipicu rasa cemburu terhadap seorang perempuan yang juga dikenal di lingkungan tersebut.
“Sepertinya ada motif asmara karena rasa cemburu,” katanya.
Korban meninggal dunia setelah sempat mendapat penanganan medis. Boy menambahkan perempuan yang diduga menjadi pemicu perselisihan telah tinggal di rumah kontrakan tersebut sekitar delapan bulan dan selama itu tidak pernah menimbulkan persoalan di lingkungan setempat.
Halaman 2 dari 3
(jbr/aik)


