Jakarta – Penutupan perlintasan liar rel kereta api di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, mendapat dukungan dari warga. Namun, mereka berharap masih ada akses perlintasan resmi yang dibuka untuk memudahkan aktivitas sehari-hari.
Salah seorang warga Tebet Timur, Adi, mengaku setuju dengan langkah PT KAI menutup perlintasan liar tersebut. Menurutnya, penutupan penting untuk mencegah kecelakaan serupa seperti yang terjadi di Bekasi beberapa waktu lalu.
“Saya setuju (perlintasan ditutup) ya kalau lihat kemarin yang di Bekasi. Di situ kan taksi nyangkut kan. Jadi kalau saya pribadi saya setuju, takutnya keulang lagi di sini,” kata Adi, ditemui di sekitar lokasi, Jumat (15/5/2026).
Meski begitu, Adi berharap ada perlintasan resmi di sekitar lokasi yang tetap dibuka. Sebab, warga harus memutar cukup jauh jika seluruh akses ditutup.
“Itu benar juga ya (ada perlintasan yang tetap buka), jadi muternya jauh. Nah kalau gitu, lintasannya kalau bisa diresmiin ntar sama KAI ya diresmiin, dipakein palang otomatis kalau bisa gitu ya,” katanya.
Dia berharap tak ada lagi kecelakaan perlintasan rel kereta api. Adi juga berharap penutupan perlintasan liar bisa membuat warga lebih waspada saat melintasi rel kereta api.
“Harapannya semoga nggak ada kecelakaan lagi, terus juga bisa lebih hati-hati aja warga sekitar sini,” ujarnya.
Hal senada disampaikan warga Kebon Baru bernama Aji. Dia meminta agar tetap ada akses perlintasan di sekitar lokasi karena dibutuhkan warga untuk beraktivitas, termasuk menuju sekolah dan pasar.
“Kalau saya boleh minta, tolong tetap adain perlintasan di sekitar sini yang buka. Soalnya gimana ya, muternya jauh kalau di sini ditutup semua,” katanya.
“Terus kan sekitar sini juga ada yang sekolah, ada yang dagang di PSPT (Pasar Tebet Timur). Jadi ya penginnya gitu ya,” katanya.
Aji menilai penutupan perlintasan liar merupakan kewenangan PT KAI sekaligus bentuk evaluasi usai kecelakaan kereta di Bekasi Timur.
“Mungkin karena KAI lihat kecelakaan yang kemarin di Bekasi itu ya, evaluasi, jadi saya lihatnya KAI pengin nutupin perlintasan-perlintasan kecil yang nggak resmi. Mungkin gitu ya barang kali,” katanya.
Sebelumnya, PT KAI Daop 1 Jakarta menutup perlintasan sebidang liar di kawasan RT 01 dan RT 03 antara Stasiun Cawang dan Stasiun Tebet pada hari Kamis (14/5). Penutupan dilakukan sebagai untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan warga.
“Kami tutup untuk keselamatan perjalanan kereta api dan warga masyarakat,” kata pejabat humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto saat dihubungi, Kamis (14/5).
(amw/amw)



