Close Menu
    What's Hot

    MPR Usul Tambah Anggaran Rp 972 M untuk Serap Aspirasi hingga Sosialisasi

    June 15, 2026

    Masyarakat Diminta Segera Balik Nama PBB Usai Jual Beli atau Warisan Properti : Okezone Economy

    June 15, 2026

    Inggris Punya ‘PP Tunas,’ Larang Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

    June 15, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Lifestyle
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Dewanpers
    Subscribe
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    Home ยป 7 Cara Menghadapi Silent Treatment Tanpa Kehilangan Diri
    Uncategorized

    7 Cara Menghadapi Silent Treatment Tanpa Kehilangan Diri

    adminBy adminJune 15, 2026No Comments4 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Daftar Isi



    Jakarta, CNN Indonesia —

    Menghadapi orang terdekat yang tiba-tiba memilih diam saat terjadi masalah bisa terasa melelahkan. Pesan tidak dibalas, percakapan dihindari, dan konflik dibiarkan menggantung tanpa kejelasan.

    Dalam sebuah hubungan, diam sebenarnya tidak selalu buruk. Sebagian orang memang membutuhkan waktu untuk menenangkan diri sebelum membicarakan masalah. Namun, diam bisa menjadi persoalan ketika digunakan untuk menghukum, mengontrol, atau membuat orang lain merasa bersalah.

    Perilaku ini kerap dikaitkan dengan silent treatment, ostracism, atau stonewalling. Bentuknya bisa berupa sengaja mengabaikan seseorang, menolak berkomunikasi, atau menarik diri saat konflik terjadi.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Frontiers in Psychology menyebut silent treatment sebagai salah satu bentuk pengucilan dalam hubungan dekat. Penelitian tersebut menemukan bahwa perilaku ini dapat merusak kesejahteraan emosional dan menurunkan kualitas hubungan, terutama jika tidak diikuti dengan komunikasi yang sehat.

    Jika Anda sedang mengalaminya, berikut beberapa cara menghadapi orang yang melakukan silent treatment:

    1. Jangan langsung mengejar secara berlebihan

    Ketika seseorang tiba-tiba diam, reaksi pertama yang sering muncul adalah panik. Anda mungkin merasa ingin terus mengirim pesan, menelepon, atau memaksa orang tersebut segera memberikan penjelasan.

    Padahal, mengejar secara berlebihan justru dapat membuat kondisi emosional semakin tidak seimbang. Cobalah mengambil jeda sejenak dan menenangkan diri terlebih dahulu agar respons yang diberikan tidak didorong oleh rasa takut, marah, atau cemas.

    2. Bedakan antara butuh jeda dan sedang menghukum

    Tidak semua sikap diam merupakan silent treatment. Ada orang yang memilih diam karena merasa kewalahan dan membutuhkan waktu untuk mengelola emosinya. Namun, ada pula yang sengaja diam untuk menghukum atau membuat lawan bicara merasa bersalah.

    Perhatikan polanya. Jika seseorang meminta waktu untuk menenangkan diri lalu kembali membahas masalah, itu bisa menjadi bentuk jeda yang sehat. Sebaliknya, jika ia berulang kali menghilang tanpa penjelasan, menolak berkomunikasi, atau membuat Anda terus menebak-nebak, pola tersebut patut diwaspadai.

    3. Tanyakan dengan tenang

    Saat situasi mulai mereda, cobalah mengajak bicara tanpa nada menyerang atau menyalahkan.

    Gunakan kalimat yang jelas dan terbuka, misalnya, “Aku merasa kamu sedang menjauh. Kalau kamu memang butuh waktu untuk tenang, aku bisa memberi ruang. Tapi aku berharap kita tetap membicarakan masalah ini nanti.”

    Pendekatan seperti ini memberi kesempatan bagi orang lain untuk menenangkan diri, sekaligus menunjukkan bahwa masalah tidak bisa dibiarkan menggantung begitu saja.

    4. Tetapkan batas waktu yang jelas

    Jeda dalam komunikasi yang sehat tetap membutuhkan batas. Mengambil waktu beberapa menit atau beberapa jam tentu berbeda dengan mendiamkan seseorang selama berhari-hari tanpa kepastian.

    Menetapkan batas waktu dapat membantu menjaga kebutuhan ruang pribadi kedua belah pihak tanpa membiarkan diam berubah menjadi alat untuk menghukum.

    5. Jangan membalas dengan diam

    Membalas silent treatment dengan sikap serupa sering kali hanya memperpanjang konflik. Kedua pihak sama-sama menutup diri, sementara masalah yang sebenarnya tidak pernah terselesaikan.

    Manfaat sikap diam sangat terbatas jika tidak diikuti komunikasi yang konstruktif. Jeda hanya akan berguna ketika digunakan untuk menenangkan diri sebelum kembali berdiskusi dan mencari solusi bersama.

    Karena itu, tidak masalah mengambil jarak sementara, asalkan tetap mengomunikasikan niat untuk menyelesaikan persoalan.

    6. Jangan terus-menerus mencari validasi

    Saat didiamkan, seseorang bisa merasa harus terus meminta maaf, bahkan ketika belum memahami kesalahan yang sebenarnya terjadi. Kondisi ini dapat memunculkan rasa bersalah, takut ditinggalkan, hingga kecemasan bahwa hubungan akan berakhir.

    American Psychological Association (APA) menjelaskan bahwa ostracism atau pengucilan sosial dapat berdampak besar terhadap emosi, perilaku, serta rasa memiliki seseorang.

    Karena itu, jangan menganggap remeh perilaku mendiamkan yang terjadi terus-menerus, terutama jika membuat Anda merasa harus selalu mengejar pengakuan atau validasi dari orang lain.

    7. Pertimbangkan bantuan profesional

    Jika silent treatment terjadi berulang kali, berlangsung dalam waktu lama, disertai manipulasi, ancaman, atau membuat seseorang takut menyampaikan pendapatnya, bantuan profesional bisa menjadi pilihan.

    Konseling pasangan, konseling keluarga, maupun psikolog dapat membantu mengidentifikasi pola komunikasi yang tidak sehat dan menemukan cara yang lebih baik untuk menyelesaikan konflik.

    (anm/tis)


    Add

    as a preferred
    source on Google





    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleTerungkap Penyebab Mahasiswa UGM Sekeluarga Tewas dalam Tenda di Temanggung
    Next Article Inggris Punya ‘PP Tunas,’ Larang Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun
    admin
    • Website

    Related Posts

    Uncategorized

    Video: Presiden Jerman Temui Prabowo di Istana Hari Ini

    June 15, 2026
    Uncategorized

    Vaksin Rancangan AI Lulus Uji Klinis, Cegah Pandemi di Masa Depan

    June 14, 2026
    Uncategorized

    Komut Pertamina Tinjau Pasokan Avtur di Bali Jelang Peningkatan Trafik

    June 14, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News
    Nasional

    MPR Usul Tambah Anggaran Rp 972 M untuk Serap Aspirasi hingga Sosialisasi

    adminJune 15, 2026

    Jakarta – MPR RI mengusulkan tambahan anggaran 2027 sebesar Rp 972 miliar. Anggaran tersebut akan…

    Masyarakat Diminta Segera Balik Nama PBB Usai Jual Beli atau Warisan Properti : Okezone Economy

    June 15, 2026

    Inggris Punya ‘PP Tunas,’ Larang Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

    June 15, 2026
    Top Trending
    Nasional

    MPR Usul Tambah Anggaran Rp 972 M untuk Serap Aspirasi hingga Sosialisasi

    adminJune 15, 2026

    Jakarta – MPR RI mengusulkan tambahan anggaran 2027 sebesar Rp 972 miliar.…

    Nasional

    Masyarakat Diminta Segera Balik Nama PBB Usai Jual Beli atau Warisan Properti : Okezone Economy

    adminJune 15, 2026

    Masyarakat Diminta Segera Balik Nama PBB Usai Jual Beli atau Warisan Properti…

    Teknologi

    Inggris Punya ‘PP Tunas,’ Larang Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

    karinaJune 15, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — Inggris akan melarang anak-anak di bawah usia 16…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Demo
    Top Posts

    Ahmad Dedi Bantah Tudingan Lari Hindari Wartawan karena Diduga Terlibat Suap

    May 10, 20267 Views

    Telkom Rombak Daftar Petinggi: Silmy Karim Keluar, Edwin Hidayat Masuk

    June 8, 20264 Views

    Intip Bedanya BLT Kesra dan BLT Dana Desa 2026 : Okezone Economy

    June 7, 20264 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.