MBG (Foto: Okezone)
JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong peternak sapi perah di seluruh Indonesia untuk meningkatkan produksi susu. Pemerintah bahkan menjamin hasil produksi peternak akan terserap melalui skema pengadaan yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN).
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun menjelaskan, selama ini salah satu hambatan pengembangan industri susu nasional adalah ketidakpastian pasar. Di satu sisi industri mengeluhkan minimnya pasokan susu segar dari peternak, namun di sisi lain peternak khawatir hasil produksinya tidak terserap apabila produksi ditingkatkan.
“Kita berharap semua para peternak ini berlomba nih untuk beternak sapi perah. Apa jaminannya? Jaminannya diofftake oleh BGN,” ungkapnya dalam konferensi pers Peringatan Hari Susu Nusantara yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat pada Selasa (2/6/2026).
Menurut Makmun, kehadiran Program MBG menjadi solusi atas persoalan tersebut. Program yang menjangkau jutaan penerima manfaat itu membutuhkan pasokan susu dalam jumlah besar dan berkelanjutan, sehingga dapat menjadi pasar yang menjanjikan bagi peternak sapi perah.
“Karena kan menjadi menu yang wajib ya, kalau kami lihat di pedoman itu minimal dua kali dalam sepekan itu meminum susu. Nah, susu apa yang diakomodasi? Itu kan tidak hanya UHT, artinya kan bisa pasteurisasi, bisa susu sterilisasi. Kalau pasteurisasi dan sterilisasi, saya kira dengan modalnya koperasi, ini bisa dibuat,” lanjutnya.
Ia menambahkan, pengembangan peternakan sapi perah juga tidak boleh hanya terpusat di Pulau Jawa. Pemerintah ingin mendorong penyebaran sentra produksi susu ke berbagai wilayah lain seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara hingga kawasan Indonesia Timur.

