Jakarta, CNN Indonesia —
Konsep edible garden atau kebun pangan kini makin banyak diminati, terutama di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat.
Tidak hanya sekadar menanam tanaman, edible garden menawarkan cara baru memanfaatkan ruang mulai dari halaman rumah hingga balkon untuk menghasilkan bahan makanan sendiri. Yuk, ketahui lebih lanjut mengenai konsep berkebun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa itu edible garden?
Melansir dari Great Garden Plans, edible garden adalah konsep berkebun yang berfokus pada menanam tanaman yang bisa dikonsumsi, seperti sayuran, buah, rempah, hingga bunga yang bisa dimakan.
Berbeda dengan taman dekoratif biasa, kebun ini mengutamakan fungsi sekaligus estetika. Tanaman seperti tomat, cabai, bayam, kemangi, hingga selada menjadi pilihan populer karena mudah ditanam dan sering digunakan dalam keseharian.
Selain itu, edible garden mencerminkan perubahan gaya hidup dari konsumtif menjadi lebih mandiri dan sadar akan asal-usul makanan.
Dari sisi kesehatan, menanam sendiri berarti mengurangi paparan pestisida dan bahan kimia. Hasil panen juga cenderung lebih segar dan kaya nutrisi karena tidak melalui proses distribusi panjang.
Dari sisi lingkungan, konsep ini membantu mengurangi jejak karbon karena tidak bergantung pada transportasi bahan pangan.
Cara menerapkan edible garden di rumah
Mengutip dari Lawn Love, ada beberapa langkah mudah untuk memulai edible garden di rumah. Tak selalu butuh lahan luas, Anda bisa memulainya di lahan sempit sekalipun.
1. Pilih lokasi
Langkah pertama, yakni memilih lokasi dengan pencahayaan optimal. Sebagian besar tanaman pangan membutuhkan sekitar 6-8 jam sinar matahari langsung setiap hari.
Posisi terbaik biasanya menghadap selatan agar mendapat paparan cahaya maksimal. Jika tidak memungkinkan, area yang terkena matahari pagi atau sore tetap bisa digunakan, selama tidak terlalu terhalang bayangan bangunan atau pohon.
2. Menyiapkan lahan tanam
Jika tidak memiliki lahan khusus, area halaman rumah bisa diubah menjadi kebun. Ada beberapa metode yang umum digunakan, mulai dari mengangkat lapisan rumput, hingga teknik sheet mulching dengan menutup tanah menggunakan kardus atau koran lalu ditimbun kompos.
Metode ini membantu mengubah lahan tanpa harus menggunakan bahan kimia, sehingga lebih aman untuk tanaman konsumsi.
3. Memastikan kualitas tanah
|
Ilustrasi menggunakan media tanam berkualitas. |
Tanah menjadi faktor utama keberhasilan edible garden. Tanah yang baik akan membantu tanaman tumbuh lebih cepat dan menghasilkan panen yang lebih berkualitas.
Jika menggunakan pot, cukup gunakan media tanam berkualitas dan tambahkan kompos secara rutin. Adapun untuk tanah langsung, penambahan bahan organik seperti kompos atau pupuk kandang dapat meningkatkan kandungan nutrisi.
4. Memilih tanaman sesuai kebutuhan dan kondisi
Pemilihan tanaman sebaiknya disesuaikan dengan iklim, ruang, dan kebutuhan sehari-hari. Untuk pemula, tanaman seperti tomat, selada, cabai, atau kemangi menjadi pilihan ideal karena relatif mudah dirawat.
Selain itu, mempertimbangkan curah hujan dan intensitas panas juga penting. Ada tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering, sedangkan sayuran daun membutuhkan air lebih rutin.
Menanam tanaman yang menarik agen penyerbuk seperti lebah dan kupu-kupu juga bisa membantu meningkatkan produktivitas kebun.
5. Menggunakan mulsa untuk perlindungan
Mulsa merupakan lapisan organik seperti jerami atau serpihan kayu yang diletakkan di atas tanah. Fungsinya untuk menjaga kelembapan, menekan pertumbuhan gulma, dan melindungi tanaman dari perubahan suhu ekstrem.
Lapisan mulsa idealnya setebal 5-7 cm, dengan jarak sedikit dari batang tanaman agar tidak menyebabkan pembusukan.
6. Mengatur sistem penyiraman
Tanaman pangan umumnya membutuhkan penyiraman mendalam satu hingga dua kali per minggu, tergantung kondisi cuaca. Yang terpenting, air mampu mencapai lapisan tanah sekitar 15 cm agar akar berkembang dengan baik.
Untuk efisiensi, sistem drip irrigation atau irigasi tetes bisa menjadi pilihan. Sistem ini mengalirkan air langsung ke akar tanaman sehingga lebih hemat air dan minim penguapan.
7. Memanen di waktu yang tepat
Panen menjadi tahap paling ditunggu dalam edible garden. Sebagian besar tanaman menunjukkan tanda matang melalui perubahan warna yang lebih cerah dan ukuran optimal.
Untuk tanaman herbal, sebagian besar daun bisa dipanen hingga 75 persen tanpa merusak pertumbuhan. Adapun sayuran sebaiknya dipanen pada pagi hari setelah embun mengering untuk menjaga kesegaran dan rasa.
Itu dia serba-serbi edible garden dan cara menerapkannya. Selamat mencoba!
(nga/rti)
Add
as a preferred
source on Google


