Jakarta –
Dorongan agar Pemerintah Korea Selatan menerapkan kebijakan bebas visa penuh bagi wisatawan asal Indonesia terus menguat. Namun di balik harapan itu, ada hal yang jauh lebih penting bagi warga Indonesia yaitu menjaga kepercayaan yang diberikan oleh negara tujuan.
Hal itu disampaikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, saat bertemu sejumlah jurnalis dari berbagai media di KBRI Seoul dalam program The Indonesian Next Generation Journalist Network yang digelar Korea Foundation bekerja sama dengan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) pada pertengahan Juni lalu.
Cecep mengawali penjelasannya dengan berbicara kebijakan Korea Selatan yang mulai menerapkan bebas visa bagi wisatawan group dari Indonesia sejak 28 Mei lalu. Salah satu syaratnya adalah rombongan minimal terdiri dari tiga orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun tak lama setelah kebijakan itu diluncurkan, ada insiden yang tidak mengenakkan terkait warga Indonesia. Cecep menyampaikan ada oknum warga Indonesia yang datang bersama rombongan, namun melarikan diri sesaat setelah tiba di Bandara Incheon dan menjadi imigran ilegal.
“Ini tantangan buat kita,” kata Cecep.
Cecep berharap insiden tersebut tidak terulang lagi ke depannya. Menurutnya, jika warga Indonesia dapat mematuhi ketentuan yang berlaku, kepercayaan Pemerintah Korea Selatan akan semakin kuat. Dengan demikian, peluang bagi Indonesia untuk memperoleh kebijakan bebas visa secara penuh pun akan semakin terbuka.
“Kalau kita bersama-sama menjaga itu, akan lebih memudahkan juga tidak hanya ke Korea nantinya, bagaimana warga negara Indonesia bisa dengan leluasa dan tanpa tanpa kesulitan, tanpa satu proses yang panjang, bisa berkunjung ke negara-negara sahabat lainnya,” kata Cecep.
Cecep menyampaikan saat ini ada sekitar 86 ribu warga Indonesia yang tinggal di Korea Selatan. Ia menegaskan masyarakat Indonesia ini menjadi bagian penting dari hubungan bilateral dengan Korea.
“Kontribusi diaspora, pekerja migran, mahasiswa, dan komunitas Indonesia menjadi salah satu fondasi yang sebetulnya kuat dalam hubungan people-to-people kita,” ujar Cecep.
Dalam kesempatan terpisah, Ketua Komite Persahabatan Majelis Nasional Korea Selatan-Indonesia, Gi-hyeon Kim, menjelaskan bahwa hubungan Korea dan Indonesia telah terjalin erat sejak lama. Hubungan kedua negara juga diperkuat melalui berbagai program pertukaran masyarakat, salah satunya melalui The Indonesian Next Generation Journalist Network.
Selain itu, Gi-hyeon juga bercerita mengenai kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan beberapa waktu lalu. Ia berkesempatan untuk bertemu langsung dengan Prabowo saat berkunjung ke Istana Kepresidenan Korsel.
“Karena itu, saya merasa memiliki ikatan yang khusus dengan Indonesia,” ujarnya.
Gi-hyeon memahami ketertarikan Indonesia dalam berbagai sektor industri masa depan. Ia meyakinkan bahwa Korea Selatan siap menjadi mitra penting Indonesia untuk berkembang bersama.
“Saya dapat mengatakan dengan yakin bahwa Korea Selatan akan menjadi mitra yang paling kooperatif dan negara yang dapat membantu Indonesia memperoleh manfaat ekonomi terbesar,” ujarnya.
Ia mengatakan kerja sama kedua negara akan mendorong pertumbuhan yang saling menguntungkan melalui peningkatan investasi, pengembangan talenta hingga alih teknologi.
“Dalam kaitan itu, saya berharap akan semakin banyak peluang untuk investasi ekonomi, alih teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia antara Indonesia dan Korea,” ujarnya.
(knv/knv)



