Close Menu
    What's Hot

    Prabowo Desain Defisit RAPBN 2027 Maksimal Level 2,4 Persen PDB : Okezone Economy

    May 20, 2026

    AHY Ajak Negara Asia Kolektif Bangun Ketahanan Hadapi Krisis Global

    May 20, 2026

    Prabowo Ungkap 3 Komoditas Strategis RI Ini Hasilkan Devisa Rp1.100 T

    May 20, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Lifestyle
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Dewanpers
    Subscribe
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    Home ยป Fraksi Golkar MPR Dorong Obligasi Daerah Jadi Solusi Tekanan Fiskal
    Nasional

    Fraksi Golkar MPR Dorong Obligasi Daerah Jadi Solusi Tekanan Fiskal

    adminBy adminMay 19, 2026No Comments4 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta – Wacana penerbitan obligasi daerah kembali mengemuka sebagai salah satu alternatif pembiayaan pembangunan di daerah. Skema ini dinilai dapat menjadi terobosan di tengah keterbatasan Transfer ke Daerah (TKD) dan penurunan kapasitas fiskal pemerintah daerah.

    Hal itu dibahas dalam Sarasehan Nasional ke-VII bertema ‘Obligasi Daerah Sebagai Salah Satu Alternatif Pembiayaan Daerah dan Instrumen Investasi Publik’ yang digelar di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (19/5).

    Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Melchias Markus Mekeng menegaskan obligasi daerah dapat menjadi solusi strategis agar pembangunan daerah tetap berjalan meski ruang fiskal terbatas.

    “Negara ini harus tetap maju, daerah harus tetap maju. Oleh karena itu salah satu terobosan agar daerah tetap bergerak adalah melalui penerbitan obligasi daerah,” ujar Mekeng dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

    Mekeng menjelaskan konsep obligasi daerah sebenarnya telah lama dibahas sejak tahun 2000. Namun, momentum saat ini dinilai paling tepat karena banyak daerah tengah menghadapi tekanan fiskal.

    “Daerah-daerah boleh dibilang sedang kering semua. Tapi kita tidak boleh berhenti di situ,” katanya.

    Mekeng menyebut Fraksi Partai Golkar tengah menyusun naskah akademik sebagai dasar pembentukan regulasi obligasi daerah. Naskah tersebut nantinya akan diserahkan kepada DPR RI dan pemerintah. Ia berharap pembahasan regulasi itu dapat segera masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

    “Saya punya mimpi, mudah-mudahan mimpi bapak dan ibu juga sama, kalau bisa tahun ini obligasi daerah ini sudah menjadi sebuah undang-undang,” tegasnya.

    Menurut Mekeng, regulasi yang kuat akan memberikan kepastian hukum bagi pemerintah daerah untuk mengakses sumber pembiayaan alternatif melalui pasar modal.

    Meski begitu, Mekeng mengingatkan penerbitan obligasi daerah bukan perkara sederhana. Pemerintah daerah perlu menyiapkan tata kelola keuangan, kualitas sumber daya manusia, hingga stabilitas politik daerah secara matang.

    “Untuk menerbitkan obligasi daerah itu susah-susah gampang. Pembukuannya harus rapi, personelnya harus siap, politiknya pun harus siap,” ujarnya.

    Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyambut positif gagasan obligasi daerah sebagai instrumen pembiayaan baru. Menurutnya, skema ini dapat membantu daerah memenuhi target pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

    “Ini menjadi titik cerah bagi daerah, bukan hanya Sumatera Selatan, tetapi semua daerah di Indonesia mengenai obligasi daerah sebagai salah satu alternatif pembiayaan daerah dalam instrumen investasi publik,” katanya.

    Herman Deru mengatakan banyak kepala daerah, khususnya yang baru menjabat satu periode, menghadapi kekhawatiran tidak dapat memenuhi janji pembangunan karena keterbatasan anggaran.

    “Rakyat menanti janji-janji yang sudah tertuang dalam RPJMD. Karena itu kami sangat berharap ada alternatif pembiayaan yang bisa membantu pembangunan tetap berjalan,” ujarnya.

    Herman Deru juga menyatakan kesiapan Sumatera Selatan untuk menjadi daerah percontohan apabila kebijakan obligasi daerah mulai diterapkan secara nasional.

    “Kalau boleh, jadikan dulu modelnya Sumatera Selatan. Kami siap mengikuti arahan-arahan ini,” katanya.

    Di sisi lain, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fathoni memaparkan kondisi fiskal pemerintah daerah secara nasional. Ia menyebut sebagian besar daerah masih berada dalam kategori fiskal lemah.

    “Dari seluruh daerah di Indonesia, kondisi fiskal yang kuat hanya 44 daerah. Sementara yang berada pada posisi fiskal lemah mencapai 467 daerah,” ungkapnya.

    Agus mengatakan kondisi tersebut menuntut daerah melakukan inovasi pembiayaan. Langkah itu dapat dilakukan melalui optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), efisiensi belanja, hingga skema creative financing seperti obligasi daerah.

    “Daerah dituntut melakukan terobosan dan mencari alternatif pembiayaan agar mampu membiayai pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

    Menurut Agus, dasar hukum obligasi daerah sebenarnya sudah tersedia dalam sejumlah regulasi, mulai dari Undang-Undang Pasar Modal hingga Undang-Undang Pemerintahan Daerah. Namun, aturan yang ada masih tersebar sehingga diperlukan payung hukum yang lebih kuat dan terintegrasi.

    “Regulasi ini masih tercecer. Maka inisiatif menjadikan satu dasar hukum yang kuat menjadi solusi terbaik yang perlu kita pikirkan bersama,” ujarnya.

    Agus menjelaskan obligasi daerah memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan skema pinjaman konvensional. Beberapa di antaranya yakni fleksibilitas tenor, pembayaran pokok di akhir masa jatuh tempo, hingga kemampuan membiayai beberapa proyek sekaligus.

    Ia juga menilai obligasi daerah dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Selain itu, skema ini disebut dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

    “Obligasi daerah bukan hanya soal pembiayaan, tetapi juga mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan memperkuat kepercayaan publik,” pungkasnya.

    Kegiatan ini dihadiri Anggota MPR RI Fraksi Golkar Yudha Novanza Utama, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang, Deputi Bidang Administrasi Setjen MPR RI Heri Herawan, Inspektur Setjen MPR RI Anies Mayangsari Muninggar, Sekretaris Fraksi Partai Golkar MPR RI Ferdiansyah, Sekretaris DPD AMPI Provinsi Sumatera Selatan Kemas Umar Jayanegara, serta sejumlah kepala daerah di Sumatera Selatan.

    Hadir pula sebagai narasumber Direktur Fasilitasi Transfer dan Pembiayaan Utang Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Nasrun, Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara V BPK RI Widhi Widayat, Kepala Departemen Penilaian Emiten, Perusahaan Publik, dan Perizinan Derivatif Keuangan, dan Bursa Karbon OJK I Made Bagus Tirthayatra, Direktur Keuangan dan Treasury Bank NTT Heru Helbianto, serta Ketua Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Sriwijaya Prof Didik Susetyo. Acara tersebut dimoderatori oleh Aline Wiratmaja.

    (prf/ega)

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleGen Z Punya Peluang Besar Punya Rumah di 2026 : Okezone Economy
    Next Article Harta Kekayaan Muhadjir Effendy di LHKPN yang Diperiksa KPK Terkait Kasus Kuota Haji : Okezone Economy
    admin
    • Website

    Related Posts

    Nasional

    Prabowo Desain Defisit RAPBN 2027 Maksimal Level 2,4 Persen PDB : Okezone Economy

    May 20, 2026
    Nasional

    AHY Ajak Negara Asia Kolektif Bangun Ketahanan Hadapi Krisis Global

    May 20, 2026
    Nasional

    Alasan Prabowo Ingin Sampaikan Langsung Kebijakan Ekonomi : Okezone Economy

    May 20, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News
    Nasional

    Prabowo Desain Defisit RAPBN 2027 Maksimal Level 2,4 Persen PDB : Okezone Economy

    adminMay 20, 2026

    Presiden Prabowo (Foto: Okezone) JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan arsitektur awal…

    AHY Ajak Negara Asia Kolektif Bangun Ketahanan Hadapi Krisis Global

    May 20, 2026

    Prabowo Ungkap 3 Komoditas Strategis RI Ini Hasilkan Devisa Rp1.100 T

    May 20, 2026
    Top Trending
    Nasional

    Prabowo Desain Defisit RAPBN 2027 Maksimal Level 2,4 Persen PDB : Okezone Economy

    adminMay 20, 2026

    Presiden Prabowo (Foto: Okezone) JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto…

    Nasional

    AHY Ajak Negara Asia Kolektif Bangun Ketahanan Hadapi Krisis Global

    adminMay 20, 2026

    Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono…

    Uncategorized

    Prabowo Ungkap 3 Komoditas Strategis RI Ini Hasilkan Devisa Rp1.100 T

    adminMay 20, 2026

    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidatonya di Sidang…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Demo
    Top Posts

    Ahmad Dedi Bantah Tudingan Lari Hindari Wartawan karena Diduga Terlibat Suap

    May 10, 20267 Views

    Polisi Usut Viral Pemotor Rampas HP Bocah di Lubang Buaya Jaktim

    May 12, 20263 Views

    Puan Tegaskan DPR Bakal Tindaklanjuti Pembubaran Nobar Film ‘Pesta Babi’

    May 12, 20263 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.