IHSG pada Mei (Foto: Okezone)
JAKARTA – Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menyatakan kondisi pasar modal saat ini dalam fase tekanan, yang bersumber dari sentimen global dan domestik.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada bulan Mei 2026 ditutup di level 6.127 atau mengalami koreksi sebesar 11,92 persen secara bulanan, dan 29,14 persen secara year to date. Penurunan ini didorong oleh akumulasi jual yang dilakukan oleh investor asing.
“Pasar saham domestik mengalami fase tekanan dan konsolidasi sepanjang bulan Mei 2026. Ini ditengah masih tingginya ketidakpastian baik dari domestik maupun global,” ujarnya dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Mei, Jumat (5/6/2026).
Hasan menjelaskan koreksi yang terjadi sepanjang bulan Mei ini juga disebabkan oleh adanya upaya penyesuaian portofolio oleh para investor. Kondisi ini berlanjut hingga awal Juni yang memberikan dampak terhadap volatilitas indeks.
Sepanjang bulan Mei 2026, ia menyebut investor asing masih membukukan net sell sebesar Rp4,1 triliun. Disamping itu, net buy investor domestik juga belum mampu menahan laju penurunan indeks sepanjang perdagangan di bulan Mei lalu.
Namun demikian, ia menilai kondisi pasar modal domestik tetap menunjukkan tingkat ketahanan yang memadai. Hal ini tercermin dari likuiditas yang tetap terjaga, dimana rerata bid and ask spreed pada Mei lalu terjaga di tingkat yang rendah pada level 1,5 persen. “Ini mencerminkan bahwa likuiditas pasar tetap teraga baik,” kata Hasan.


