Jakarta, CNBC Indonesia — Di tengah derasnya aksi jual investor asing di pasar domestik, ternyata saham berbasis komoditas, energi, dan sejumlah saham lapis kedua menjadi incaran.
Sebagai informasi, asing masih mencatat net sell jumbo pada perdagangan kemarin, Rabu (29/4/2026). Setelah dua hari sebelumnya mencatatkan outflow lebih dari Rp2 triliun, pada perdagangan kemarin tekanan menyusut menjadi Rp1,19 triliun.
Total nilai transaksi mencapai Rp14,62 triliun, dengan rincian beli Rp6,71 triliun dan jual Rp7,9 triliun.
Secara sektoral, artinya investor asing menaruh minat kuat pada sektor komoditas dan energi, yang dinilai memiliki katalis dari pergerakan harga global. Tren ini telah terjadi dalam tiga hari perdagangan terakhir.
Di sisi lain, munculnya saham perbankan seperti BBNI dalam dua hari terakhir dalam daftar net buy asing di tengah aksi jual pada bank-bank besar lainnya menjadi indikasi adanya strategi rebalancing.
Kendati demikian, selama arus dana asing secara keseluruhan masih mencatatkan outflow, pergerakan indeks akan cenderung tetap terbatas.
Adapun berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar pada perdagangan kemarin:
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) – Rp54,4 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) – Rp38,1 miliar
- PT Timah Tbk. (TINS) – Rp31 miliar
- PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) – Rp26,9 miliar
- PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) – Rp23,3 miliar
- PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) – Rp23 miliar
- PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) – Rp 19,5 miliar
- PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) – Rp19,4 miliar
- PT United Tractors Tbk. (UNTR) – Rp11,7 miliar
- PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) – Rp10,9 miliar
Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mematahkan tren koreksi pada perdagangan kemarin. IHSG ditutup naik 28,84 poin atau 0,41% ke level 7.101,23. Akan tetapi bila dibandingkan dengan level tertinggi bulan ini pada 14 April 2026, IHSG masih mengalami koreksi 7,49%.
Tercatat 399 saham naik pada perdagangan kemarin. Sebanyak 297 turun dan 263 tidak bergerak.
Nilai transaksi mencapai Rp 17,21 triliun, melibatkan 41,32 miliar saham dalam 2,42 juta kali transaksi, dan kapitalisasi pasar naik menjadi Rp 12.639 triliun.
(mkh/mkh)
Add
as a preferred
source on Google
