Danantara (Foto: Okezone)
JAKARTA – Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir menyatakan perkembangan teknologi seperti artificial intelligence (AI) ikut mendongkrak permintaan energi. Beberapa perusahaan raksasa teknologi dunia dikabarkan tengah melirik Indonesia untuk memenuhi kebutuhan energi.
Namun demikian, Pandu mengakui bahwa perkembangan AI yang saat ini tengah terjadi belum dapat diterjemahkan dengan baik oleh Indonesia. Padahal perkembangan teknologi tersebut praktis akan mendongkrak permintaan energi.
“Padahal untuk berkembangnya AI, seharusnya bisnis energi yang mengikuti itu,” kata Pandu di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/5/2026).
Menurutnya Indonesia menjadi negara yang cukup potensial untuk memenuhi permintaan energi tersebut di tengah perkembangan teknologi. Mengingat saat masih menjadi produsen batu bara yang cukup besar, serta kelebihan pasokan listrik yang signifikan.
“Jadi cerita soal AI yang menyangkut energi, belum bisa diterjemahkan dengan baik di Indonesia. Kemarin saya ketemu dengan 4 perusahaan terbesar di Dunia untuk teknologi, semuanya mau Indonesia mencari energi,” tambahnya.
Pandu mengatakan, perkembangan AI bahkan telah bergerak menuju Artificial General Intelligence (AGI) yang membutuhkan kapasitas komputasi dan konsumsi listrik lebih besar. Menurut dia, sejumlah perusahaan teknologi besar dunia kini aktif mencari sumber energi baru, termasuk ke Indonesia.

