Hilirisasi Ayam (Foto: Okezone)
JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) bersama BUMN pangan memperkuat pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari strategi menjaga swasembada pangan secara berkelanjutan.
Melalui integrasi usaha dari hulu hingga hilir, program ini dirancang untuk memperkuat peternak rakyat, menciptakan kepastian pasar, serta membangun ekosistem produksi pangan yang berkelanjutan di luar Pulau Jawa.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan program hilirisasi ayam terintegrasi merupakan proyek strategis nasional yang dipantau langsung pemerintah pusat karena menyangkut pembangunan industri peternakan rakyat jangka panjang.
“Ini bukan main-main. Ini adalah proyek strategis nasional yang memang dijaga untuk membangun ekosistem hilirisasi ayam terintegrasi sekaligus memperkuat posisi peternak rakyat,” ujar Agung dalam rapat pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi dikutip, Senin (1/6/2026).
Menurut Agung, swasembada pangan tidak cukup hanya dicapai melalui peningkatan produksi, tetapi juga harus dijaga keberlanjutannya melalui penguatan ekosistem usaha yang mampu memberikan kepastian bagi peternak rakyat untuk terus berproduksi dan berkembang dalam jangka panjang.
Menurut Agung, Sulawesi Selatan dipilih sebagai salah satu dari lima provinsi prioritas pengembangan hilirisasi ayam nasional karena memiliki basis peternakan rakyat yang kuat serta dukungan jagung sebagai bahan baku pakan.
Kabupaten Bone ditetapkan sebagai lokasi utama karena dinilai memiliki kesiapan ekosistem dan dukungan pemerintah daerah yang kuat.
“Kalau Bone berhasil, Insya Allah tempat lain berhasil,” kata Agung.

