Close Menu
    What's Hot

    Dunia Dalam Bahaya Besar, Masa Depan Manusia Dipertaruhkan

    September 13, 2026

    10 Kota Paling Bersih di Dunia, Tetangga RI Peringkat Kedua

    September 13, 2026

    Ponsel Lipat Lebar Kian Ramai, Xiaomi 18 Fold Resmi Dipasarkan

    September 13, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Lifestyle
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Dewanpers
    Subscribe
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    Home ยป Kafe ‘Menangis Tengah Malam’ Jadi Tempat Aman Para Ibu di Jepang
    Uncategorized

    Kafe ‘Menangis Tengah Malam’ Jadi Tempat Aman Para Ibu di Jepang

    adminBy adminMay 15, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email



    Jakarta, CNN Indonesia —

    Di sebuah kota kecil di Hokkaido, Jepang, aroma roti panggang Prancis justru menghangat saat sebagian besar warga sudah tertidur. Sebuah toko kecil di Memuro yang biasanya tutup pada Minggu siang kembali membuka pintunya pukul 21.00 malam.

    Namun, yang datang bukan pemburu camilan larut malam, melainkan para ibu dengan bayi yang terus menangis.

    Tempat itu bukan sekadar kafe biasa. Ruangan tersebut menjadi ‘tempat perlindungan’ bagi ibu-ibu yang kelelahan menghadapi malam panjang bersama anak mereka.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Kafe itu bernama Oyako no Koya atau “Rumah Orang Tua dan Anak”, digagas oleh Madoka Nozawa (28). Setiap Minggu malam sejak Oktober tahun lalu, ia membuka ruang tersebut secara gratis hingga pukul 06.00 pagi.

    Di dalamnya, tersedia alas bermain untuk bayi merangkak dan tidur, area menyusui, hingga tempat mengganti popok. Sejumlah relawan perempuan juga membantu menjaga anak-anak dan menemani para ibu berbincang.

    Bagi banyak ibu, ruang sederhana itu menghadirkan sesuatu yang sulit ditemukan, yakni kesempatan untuk bernapas sejenak tanpa dihakimi.

    Seorang perempuan berusia 34 tahun yang tengah cuti melahirkan datang bersama dua anaknya yang berusia 1 dan 6 tahun. Ia mengaku kunjungan tersebut memberinya jeda mental yang sangat dibutuhkan.

    “Datang ke sini memberi saya kesempatan untuk berbicara dengan seseorang dan membuat pikiran saya lebih lega,” ujarnya kepada Kyodo News. Seperti dikutip VNExpress.

    Nozawa memahami perasaan itu secara personal. Saat anak pertamanya masih bayi, ia sering menghabiskan malam sendirian menghadapi tangisan anak karena sang suami harus bekerja keesokan harinya.

    “Saya ingin tempat ini menjadi ruang perlindungan agar orang-orang merasa mereka tidak sendirian menghadapi kesulitan,” kata Nozawa.

    Fenomena ‘kafe tangis malam’ mulai muncul di berbagai wilayah Jepang. Selain di Hokkaido, konsep serupa hadir di Prefektur Tokushima dan Niigata melalui kelompok dukungan ibu dan komunitas lokal.

    Menariknya, ide tersebut awalnya berasal dari cerita fiksi. Pada 2017, seorang kartunis sekaligus ibu membagikan komik pendek di media sosial tentang sebuah tempat bernama Yonakigoya atau ‘Rumah Tangisan Malam’, yang hanya muncul bagi ibu-ibu kelelahan di tengah malam.

    Kisah itu kemudian diserialisasikan secara daring pada 2023.

    Kini, konsep yang dulu terasa seperti khayalan justru menjelma menjadi nyata.

    Kemunculan kafe-kafe ini tak lepas dari perubahan besar dalam kehidupan keluarga di Jepang. Data awal Kementerian Kesehatan Jepang menunjukkan jumlah kelahiran pada 2025 hanya mencapai 705.809 bayi, turun 2,1 persen dibanding tahun sebelumnya dan menjadi angka terendah sejak pencatatan dimulai pada 1899.

    Penurunan angka kelahiran terjadi selama 10 tahun berturut-turut. Jepang bahkan mencapai titik di bawah 700 ribu kelahiran sekitar 15 tahun lebih cepat dari proyeksi pemerintah sebelumnya.

    Di tengah krisis demografi tersebut, para peneliti menilai beban pengasuhan malam hari menjadi salah satu faktor yang membuat banyak perempuan ragu memiliki anak kedua atau ketiga.

    Semakin sedikit bayi yang lahir, semakin sedikit pula ibu yang mengalami fase pengasuhan secara bersamaan di lingkungan sekitar. Akibatnya, rasa kesepian dalam mengasuh anak menjadi makin nyata.

    Profesor bidang perawatan pascamelahirkan dari Tokyo University of Information Sciences, Kaori Ichikawa, mengatakan dukungan terhadap ruang semacam ini perlu diperluas.

    “Dukungan pemerintah sering kali terbatas pada malam hari, akhir pekan, atau hari libur. Karena itu, sektor publik dan swasta perlu bekerja sama menciptakan tempat seperti kafe tangis malam agar orang bisa mencari bantuan kapan pun mereka membutuhkannya,” ujarnya.

    Meski sederhana dan sebagian besar bertahan dari donasi serta tenaga relawan, kafe-kafe kecil itu kini menjadi simbol lain dari Jepang modern, negara dengan teknologi maju, tetapi banyak ibu masih menjalani malam-malam pengasuhan dalam kesepian.

    (tis/tis)


    Add

    as a preferred
    source on Google





    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKapolda Sumsel Inisiasi Khataman Al-Qur’an 80 Kali Jelang HUT Provinsi
    Next Article Bertemu Perdana Menteri Belarus, Menko Airlangga Bahas Kerja Sama Energi dan Pangan : Okezone Economy
    admin
    • Website

    Related Posts

    Uncategorized

    Dunia Dalam Bahaya Besar, Masa Depan Manusia Dipertaruhkan

    September 13, 2026
    Uncategorized

    10 Kota Paling Bersih di Dunia, Tetangga RI Peringkat Kedua

    September 13, 2026
    Uncategorized

    Harga Emas Antam Menguat Hari Ini, Naik di Atas Rp2,6 Juta per Gram

    September 12, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News
    Uncategorized

    Dunia Dalam Bahaya Besar, Masa Depan Manusia Dipertaruhkan

    adminSeptember 13, 2026

    Daftar Isi Jakarta, CNBC Indonesia – Teknologi kecerdasan buatan (AI) yang makin canggih sudah membawa…

    10 Kota Paling Bersih di Dunia, Tetangga RI Peringkat Kedua

    September 13, 2026

    Ponsel Lipat Lebar Kian Ramai, Xiaomi 18 Fold Resmi Dipasarkan

    September 13, 2026
    Top Trending
    Uncategorized

    Dunia Dalam Bahaya Besar, Masa Depan Manusia Dipertaruhkan

    adminSeptember 13, 2026

    Daftar Isi Jakarta, CNBC Indonesia – Teknologi kecerdasan buatan (AI) yang makin…

    Uncategorized

    10 Kota Paling Bersih di Dunia, Tetangga RI Peringkat Kedua

    adminSeptember 13, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — Kebersihan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan…

    Teknologi

    Ponsel Lipat Lebar Kian Ramai, Xiaomi 18 Fold Resmi Dipasarkan

    karinaSeptember 13, 2026

    Xiaomi 18 Fold mulai dijual di seluruh China pada Jumat (11/9), tepat…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Demo
    Top Posts

    Video: Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon-Semarang II Resmi Beroperasi

    June 9, 202639 Views

    Disaksikan Prabowo, Purbaya Terima Uang Rp10,2 Triliun dari Jaksa Agung Hasil Denda Satgas PKH : Okezone Economy

    May 13, 202639 Views

    KSOP Labuan Bajo Larang Wisata Bahari Usai Gelombang Capai 2,1 Meter

    May 23, 202636 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.