Jakarta

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon merespons fenomena di Gunung Kawi, Jawa Timur, yang tengah ramai diperbincangkan masyarakat. Fadli Zon menilai fenomena tersebut merupakan keragaman di Indonesia.

Fenomena di Gunung Kawi mulai ramai dibahas saat viral didatangi Marcel Radhival atau Pesulap Merah. Dalam unggahannya pesulap merah penasaran soal dugaan adanya pesugihan dan penggunaan tumbal.

Kemudian Pesulap Merah sempat berbincang dengan juru kunci (kuncen) setempat. Pesulap Merah menggali informasi secara langsung melalui wawancara.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Itu kan kita, keberagaman kita ya di dalam memahami termasuk apa yang terjadi tidak hanya di Gunung Kawi, di berbagai tempat ya, itu satu hal yang merupakan mozaik dari tradisi dan budaya lama,” kata Fadli Zon kepada wartawan seusai penetapan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di TMII, Jakarta Timur, Senin (6/7/2026).

Fadli Zon mengatakan setiap masyarakat punya pendekatan masing dalam kebudayaan. Politikus senior Partai Gerindra itu mengingatkan selama fenomena tersebut memberikan kebaikan dan tak mengganggu berarti baik-baik saja.

“Saya kira selama itu bisa memberikan kebaikan, terutama mendatangkan ekonomi budaya bagi masyarakat setempat dan tidak mengganggu, tidak merusak, gitu ya, tentu itu kita anggap sebagai bagian dari realitas kehidupan kita,” ucapnya.

(tsy/rfs)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version