Close Menu
    What's Hot

    Kemendagri Percepat Penyelesaian Batas Desa di Tiga Kabupaten Sultra

    June 13, 2026

    Harga Pertamax Rp16.250, Warteg Kecilkan Porsi Lauk dan Waspadai Penurunan Omzet : Okezone Economy

    June 13, 2026

    Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras di Tangerang, 2 Pelaku Ditangkap

    June 13, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Lifestyle
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Dewanpers
    Subscribe
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    Home » ‘Kiamat Iklim’ Semakin Dekat, Tandanya Muncul di Selatan Greenland
    Teknologi

    ‘Kiamat Iklim’ Semakin Dekat, Tandanya Muncul di Selatan Greenland

    karinaBy karinaJune 13, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNN Indonesia —

    ‘Kiamat iklim’ atau krisis iklim terparah sepanjang sejarah semakin dekat bagi seluruh kehidupan di muka bumi.

    Tanda-tanda tersebut mulai muncul di perairan Atlantik utara, tepatnya di sebelah selatan Pulau Greenland dan Islandia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Di saat rata-rata suhu seluruh permukaan laut bumi naik, suhu udara di perairan tersebut malah turun atau mendingin.

    Para ahli pun menemukan jawaban anomali tersebut sebagai tanda-tanda yang amat mengkhawatirkan ke depan sebagai krisis iklim yang paling parah.





    Gejala pendinginan hamparan laut tersebut dijuluki sebagai “gumpalan dingin” atau “lubang pemanasan” yang telah mendingin hampir 1 derajat Celsius (1,8 Fahrenheit) sejak tahun 1900.

    Para ilmuwan telah lama memperdebatkan apakah anomali ini disebabkan oleh hilangnya panas dari permukaan laut akibat perubahan angin dan awan, atau apakah ini merupakan sinyal melemahnya sistem arus laut penting yang mengangkut panas.

    Penelitian baru ini menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah yang terakhir dan temuan ini menunjukkan masa depan yang mengkhawatirkan.

    Gejala alam The Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC) bekerja seperti sabuk konveyor laut yang luas. AMOC menarik air hangat dari daerah tropis ke Belahan Bumi Utara, di mana air tersebut mendingin, tenggelam, dan mengalir kembali ke selatan.

    Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa sistem ini melemah karena pemanasan global yang disebabkan oleh manusia mengakibatkan es mencair dan lonjakan air tawar ke laut. Gejala itu mengganggu keseimbangan panas dan salinitas AMOC yang rapuh.

    Beberapa ilmuwan memperingatkan bahwa AMOC sedang menuju titik kritis, berpotensi terjadi paling cepat pada abad ini, yang berarti keruntuhan di masa depan sudah pasti terjadi, dikutip dari CNN.

    Penghentian AMOC akan menjadi bencana global, menyebabkan percepatan kenaikan permukaan laut di Pantai Timur AS, menjerumuskan Eropa ke dalam musim dingin yang membekukan, dan menggeser monsun di Afrika yang menyebabkan kekeringan berkepanjangan.

    Gumpalan dingin tersebut ditafsirkan oleh beberapa pihak sebagai jejak perubahan AMOC karena merupakan wilayah tempat AMOC membawa sebagian besar panasnya.

    Untuk lebih memahami apa yang terjadi di bagian Atlantik ini, para ilmuwan menelitinya dengan menggabungkan data panas laut dunia nyata dari instrumen dan satelit dengan model iklim.

    Mereka menemukan bahwa pendinginan di gumpalan dingin tersebut tidak hanya terjadi di permukaan tetapi juga jauh di dalam laut, di mana kondisi atmosfer seperti angin dan awan memiliki pengaruh yang jauh lebih lemah.

    Semua tanda mengarah pada pengaruh AMOC, demikian temuan studi tersebut.

    “Hal ini mengubah transportasi panas laut” yang mendorong pendinginan gumpalan dingin tersebut, kata Stefan Rahmstorf, penulis studi dan profesor fisika dan kelautan di Universitas Potsdam, Jerman.

    Banyak bukti lain pula bahwa AMOC melemah, terlepas dari gumpalan dingin tersebut, ia menambahkan, dengan beberapa studi menunjukkan bahwa AMOC berada pada titik terlemahnya dalam sekitar 1.000 tahun terakhir.

    (bac)


    Add

    as a preferred
    source on Google




    [Gambas:Video CNN]

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleMelihat Bundaran HI Gelap Sejenak Malam Ini
    Next Article IHSG Rebound ke Level 6.000, Dony Oskaria: Investor Menaruh Kepercayaan pada Pasar Indonesia : Okezone Economy
    karina

    Related Posts

    Teknologi

    Diskominfotik DKI Bantah CCTV di Lokasi Demo Mahasiswa Tak Menyala

    June 12, 2026
    Teknologi

    Sinergi KI-KKP Targetkan Penguatan Ekosistem Laut Sumatra hingga Papua

    June 11, 2026
    Teknologi

    Model Paling Canggih Anthropic Dirilis Buat Publik, Siapa Bisa Akses?

    June 10, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News
    Nasional

    Kemendagri Percepat Penyelesaian Batas Desa di Tiga Kabupaten Sultra

    adminJune 13, 2026

    Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan percepatan penyelesaian batas desa di tiga kabupaten di…

    Harga Pertamax Rp16.250, Warteg Kecilkan Porsi Lauk dan Waspadai Penurunan Omzet : Okezone Economy

    June 13, 2026

    Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras di Tangerang, 2 Pelaku Ditangkap

    June 13, 2026
    Top Trending
    Nasional

    Kemendagri Percepat Penyelesaian Batas Desa di Tiga Kabupaten Sultra

    adminJune 13, 2026

    Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan percepatan penyelesaian batas desa di…

    Nasional

    Harga Pertamax Rp16.250, Warteg Kecilkan Porsi Lauk dan Waspadai Penurunan Omzet : Okezone Economy

    adminJune 13, 2026

    Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter…

    Nasional

    Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras di Tangerang, 2 Pelaku Ditangkap

    adminJune 13, 2026

    Jakarta – Polisi membongkar peredaran obat keras daftar G tanpa izin edar…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Demo
    Top Posts

    Ahmad Dedi Bantah Tudingan Lari Hindari Wartawan karena Diduga Terlibat Suap

    May 10, 20267 Views

    Telkom Rombak Daftar Petinggi: Silmy Karim Keluar, Edwin Hidayat Masuk

    June 8, 20264 Views

    Intip Bedanya BLT Kesra dan BLT Dana Desa 2026 : Okezone Economy

    June 7, 20264 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.