Jakarta – Makam salah satu warga Dukuh Sindon, Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Jateng) bernama Aminah (57) dibongkar. Pembongkaran dilakukan untuk mengautopsi jenazah karena dicurigai kematiannya tak wajar.
“Jadi dilaporkan oleh pihak keluarga terkait adanya indikasi meninggalnya orang tua pelapor ini yang tidak wajar. Kondisinya pada saat dilaporkan itu, jenazah ibunya (korban) itu sudah dikuburkan satu minggu,” kata Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, dilansir detikJateng Selasa (2/6/2026) malam.
Aminah diketahui tinggal sendirian di rumahnya di Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak dan ditemukan meninggal dunia oleh anak-anaknya dan para tetangga. Awalnya tidak ada kecurigaan apapun terkait meninggalnya Aminah, hingga keluarga merasa ada yang janggal dan melaporkan ke polisi.
“Karena awalnya tidak mencurigai ataupun tidak ada indikasi terkait dengan penyebab yang hal lain-lain terkait kematiannya. Dikebumikanlah seperti biasa. Nah, setelah satu minggu dikuburkannya itu, anak korban yang meninggal ini mendapatkan informasi dan mencurigai ada kejanggalan. Akhirnya barulah datang ke Polres melaporkan terkait hal itu,” jelasnya.
Keluarga korban kemudian meminta dilakukan ekshumasi dan autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian Aminah. Polres Boyolali melakukan pembongkaran makam bersama Biddokkes Polda Jateng untuk autopsi terhadap jenazah korban pada Sabtu (30/5).
“Nah, ini kita sedang menunggu hasilnya (autopsi). Hasilnya belum kita dapatkan, belum kita terima, masih proses,” imbuh dia.
Berdasarkan kuasa hukum keluarga korban, Wiwik Dwi mengungkapkan dari keterangan saksi-saksi, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat makan sate ayam yang dikirimkan seseorang melalui ojek online. Seseorang yang dicurigai itu, memesan ojek online atas nama salah satu anak korban, untuk mengantarkan sate itu ke rumah korban.
Dia juga menyebut anak korban yang tinggal di Desa Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak, Luriyanti, merasa tidak mengirimkan sate ayam kepada ibunya. Bahkan ibunya sempat diingatan agar tak mengonsumsi makanan dari orang tak dikenal.
“Hal itu diketahui sebelum Aminah makan sate, lebih dahulu menghubungi Luriyanti. Lantaran awalnya tidak tahu yang mengirim sate ayam tersebut siapa, Luriyanti sempat meminta kepada ibunya agar tidak memakan sate ayam kiriman orang yang semula tidak dikenal,” jelasnya.
Menurut Wiwik, selain korban, lima ayam yang makan sisa sate yang dibuang juga mati.
“Dari keterangan saksi, ada 5 ayam yang mati setelah makan sisa sate itu,” ujar Wiwik.
Baca selengkapnya di sini.
(dek/imk)



