Close Menu
    What's Hot

    MC Lomba Cerdas Cermat MPR Minta Maaf soal Pernyataan ‘Perasaan Adik-adik Saja’

    May 12, 2026

    Rupiah Melemah ke Rp17.529 per Dolar AS, Ini Penjelasan BI : Okezone Economy

    May 12, 2026

    Mobil Tabrak 2 Angkot Mogok di Tol Jagorawi Arah Bogor

    May 12, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Lifestyle
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Dewanpers
    Subscribe
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    Home » Megaproyek Raksasa Telan Uang Rp 10.000 Triliun, Hasilnya Ditagih
    Uncategorized

    Megaproyek Raksasa Telan Uang Rp 10.000 Triliun, Hasilnya Ditagih

    adminBy adminApril 29, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email





    Jakarta, CNBC Indonesia – Belanja besar-besaran untuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) oleh raksasa teknologi dunia mulai dipertanyakan investor. Setelah tiga tahun menggelontorkan ratusan miliar dolar, pasar kini menuntut kepastian, apakah investasi raksasa tersebut benar-benar menghasilkan keuntungan.

    Laporan keuangan kuartalan Alphabet, Microsoft, Meta, dan Amazon yang dirilis Rabu waktu AS menjadi momen krusial. Hasilnya akan menunjukkan apakah pengeluaran AI besar bisa mendorong pertumbuhan bisnis cloud dan iklan digital untuk membenarkan biaya yang dikeluarkan.

    Empat perusahaan tersebut diperkirakan menghabiskan sekitar US$600 miliar atau lebih dari Rp10.000 triliun tahun ini untuk pengembangan AI.

    Pengeluaran bersejarah ini menekan arus kas dan mulai menguji kesabaran investor Wall Street, meski harga saham masih bertahan karena ekspektasi keuntungan jangka panjang.

    Dampak jor-joran AI ini mulai terlihat. Amazon dan Meta, induk Instagram, telah mengumumkan pemutusan hubungan kerja yang memengaruhi ribuan karyawan. Microsoft bahkan meluncurkan program buyout karyawan pertama dalam lebih dari 50 tahun.

    “Apa yang dicari investor, termasuk kami, adalah berapa pengembalian dari seluruh belanja modal (capex) ini?” kata Joe Maginot, manajer portofolio saham kapitalisasi di Madison Investments, dikutip dari Reuters, Rabu (29/4/2026).

    “Jelas ini membutuhkan waktu, tetapi, ini adalah bisnis yang sebelumnya menghasilkan arus kas bebas yang besar, dan hari ini hampir seluruh arus kas operasional terserap untuk capex. Jadi, ekonomi bisnisnya sedang berubah,” imbuhnya.

    Perubahan itu tercermin pada bisnis cloud yang menjadi tulang punggung monetisasi AI. Pada kuartal Januari-Maret, pertumbuhan diperkirakan meningkat tipis, Amazon Web Services tumbuh 25%, Microsoft Azure 40%, dan Google Cloud 50,1%.

    Secara keseluruhan, pendapatan perusahaan teknologi besar tetap solid. Penjualan Alphabet diperkirakan naik 18,7% menjadi US$107,06 miliar. Amazon diproyeksikan tumbuh 13,9% menjadi US$177,30 miliar, sementara Microsoft meningkat 16,2% menjadi US$81,39 miliar.

    Meta sendiri diperkirakan mencatat lonjakan pendapatan paling besar, yakni 31% menjadi US$55,45 miliar. Pertumbuhan tercepat dalam lebih dari empat tahun itu didorong peningkatan efektivitas iklan berbasis AI serta posisi perusahaan di pasar digital.

    Sorotan utama tertuju pada Microsoft. Saham perusahaan tersebut tertinggal dibanding pesaing dan mencatat kinerja kuartalan terburuk sejak krisis keuangan 2008.

    Investor juga mulai meragukan kemampuan Microsoft memonetisasi Copilot. Dari lebih dari 450 juta pelanggan enterprise, hanya 3,3% yang berlangganan asisten AI tersebut dengan biaya US$30 per bulan.

    Di saat bersamaan, model AI dari mitra Microsoft seperti Anthropic berpotensi menggantikan perangkat lunak tradisional yang selama ini menjadi sumber utama pendapatan perusahaan. Microsoft mencoba mengubah ancaman itu menjadi peluang dengan mengintegrasikan model AI pesaing ke dalam ekosistemnya.

    Sementara itu, kemitraan Microsoft dengan OpenAI juga tidak lagi eksklusif. Meski perusahaan akan menerima bagian 20% dari pendapatan OpenAI hingga 2030, OpenAI kini bebas bekerja sama dengan penyedia cloud pesaing seperti Amazon.

    “Perusahaan harus menjelaskan mengapa model bisnis mereka tidak akan terganggu secara signifikan oleh AI dan mengapa investasi serta hubungan mereka dengan OpenAI akan membuat mereka tetap kompetitif,” kata Melissa Otto, kepala riset di S&P Global Visible Alpha.

    “Nadella harus menjawab itu.” imbuhnya.

    (fab/fab)



    Add

    logo_svg

    as a preferred

    source on Google




    [Gambas:Video CNBC]



    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleVideo: Prabowo: Sekarang Banyak Negara Belajar MBG ke Kita
    Next Article Membedah Rencana Pembiayaan Utang Belanja Pertahanan hingga Tahun 2029
    admin
    • Website

    Related Posts

    Uncategorized

    Belanja di Ecommerce Sudah Kuno, Ini Cara Baru di China

    May 12, 2026
    Uncategorized

    Bulan Depan, Thailand Naikkan Pajak Bandara 50 Persen buat Turis Asing

    May 11, 2026
    Uncategorized

    Bulog Ulang Tahun ke-59, Bos Bulog Punya Mimpi Besar Ini

    May 11, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News
    Nasional

    MC Lomba Cerdas Cermat MPR Minta Maaf soal Pernyataan ‘Perasaan Adik-adik Saja’

    adminMay 12, 2026

    Jakarta – Pembawa acara atau master of ceremony (MC) Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar…

    Rupiah Melemah ke Rp17.529 per Dolar AS, Ini Penjelasan BI : Okezone Economy

    May 12, 2026

    Mobil Tabrak 2 Angkot Mogok di Tol Jagorawi Arah Bogor

    May 12, 2026
    Top Trending
    Nasional

    MC Lomba Cerdas Cermat MPR Minta Maaf soal Pernyataan ‘Perasaan Adik-adik Saja’

    adminMay 12, 2026

    Jakarta – Pembawa acara atau master of ceremony (MC) Lomba Cerdas Cermat…

    Nasional

    Rupiah Melemah ke Rp17.529 per Dolar AS, Ini Penjelasan BI : Okezone Economy

    adminMay 12, 2026

    Bank Indonesia (Foto: Okezone) JAKARTA – Bank Indonesia (BI)…

    Nasional

    Mobil Tabrak 2 Angkot Mogok di Tol Jagorawi Arah Bogor

    adminMay 12, 2026

    Bogor – Kecelakaan melibatkan Gran Max dan dua unit angkutan perkotaan (angkot)…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Demo
    Top Posts

    Ahmad Dedi Bantah Tudingan Lari Hindari Wartawan karena Diduga Terlibat Suap

    May 10, 20267 Views

    Polisi Usut Viral Pemotor Rampas HP Bocah di Lubang Buaya Jaktim

    May 12, 20263 Views

    Puan Tegaskan DPR Bakal Tindaklanjuti Pembubaran Nobar Film ‘Pesta Babi’

    May 12, 20263 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.