Jakarta –
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memimpin rapat dengan jajaran DPP PDIP. Rapat turut dihadiri oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto hingga Ketua DPP PDIP Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Rapat digelar di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta Selatan, sore ini, Rabu (1/7/2026). Rapat yang dipimpin langsung Megawati itu membahas langkah strategis partai dalam menghadapi ancaman El Nino hingga musim kemarau panjang yang berdampak langsung pada masyarakat.
Tak hanya Hasto dan Ahok, hadir juga Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga dan Bintang Puspayoga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasto lantas menjelaskan, hasil rapat menjadi amanat partai yang dikeluarkan melalui instruksi resmi yang dikeluarkan oleh DPP PDI Perjuangan.
“Dengan instruksi ini, partai menegaskan kesiapsiagaan penuh dalam mengantisipasi potensi fenomena El Nino dan ancaman musim kemarau panjang,” kata Sekjen Hasto Kristiyanto.
Urgensi penanganan krisis ini semakin nyata menilik data terbaru yang dirilis dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah oleh Kementerian Dalam Negeri secara hibrida di Jakarta, Senin (29/6). Berdasarkan penelusuran di media massa, fenomena El Nino di Indonesia diprediksi tidak hanya berlangsung singkat, melainkan akan membentang panjang mulai Mei 2026 hingga Mei 2027.
Anomali kenaikan suhu Samudra Pasifik ini menjadi ancaman serius karena berpotensi memicu kekeringan ekstrem yang dapat membuat produksi pangan anjlok secara drastis serta memicu inflasi pangan nasional.
“Ancaman nyata anjloknya pangan dan menyusutnya air akibat El Nino yang membentang setahun penuh inilah yang mendasari Ibu Megawati dan Partai bergerak cepat melakukan langkah mitigasi sedini mungkin melalui seluruh struktur partainya,” ucap Hasto.
Melalui Surat Instruksi No. 1110/IN/DPP//2026, DPP PDI Perjuangan menggerakkan “Tiga Pilar Partai” (struktural, legislatif, dan eksekutif) di seluruh Indonesia untuk menjalankan 8 poin aksi tanggap darurat
Berikut 8 poin tersebut:
1. Edukasi Hemat Air
Mengajak masyarakat melakukan penghematan air serta mendorong budaya menampung air bersih sejak dini lewat tandon, sumur resapan, dan embung.
2. Gerakan Penyimpanan Air Memfasilitasi pembangunan sarana penampungan air di lingkungan warga dan mengoptimalkan mata air, sungai, serta air hujan.
3. Mitigasi Kekeringan
Memetakan wilayah rawan, berkoordinasi dengan pemda untuk penyaluran air bersih, dan menyiapkan langkah cepat tanggap darurat.
4. Mitigasi Kebakaran Lahan
Meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah rawan, melakukan patroli terpadu, sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta memastikan ketersediaan sarana pemadaman dan sumber air.
5. Perlindungan Sektor Tani
Mendorong pola tanam adaptif kekeringan, mendukung teknologi hemat air/irigasi alternatif, dan mengawal bantuan bagi petani terdampak.
6. Kecukupan Pangan
Memantau stok dan distribusi pangan guna menjaga stabilitas ketersediaan dan harga di pasar.
7. Solidaritas Gotong Royong
Menggerakkan kader dan simpatisan untuk bakti sosial distribusi air bersih dan bantuan pokok.
8. Pelaporan Berkala
Mewajibkan monitoring dan evaluasi kondisi wilayah secara berkala ke DPP Partai.
(maa/ygs)

