Produksi Padi (Foto: Okezone)
JAKARTA – Kabupaten Pandeglang menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Gerakan Tanam Padi Serentak Nasional seluas 50.000 hektare lahan Optimasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang digelar Kementerian Pertanian pada (3/7/2026)
Kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam mempercepat peningkatan produksi padi nasional, mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan menuju swasembada pangan berkelanjutan.
Gerakan yang dilaksanakan serentak di 20 provinsi dengan target tanam 50.000 hektare tersebut dipusatkan di Desa Bulupayung, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dan dipimpin langung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Idha Widi Arsanti.
Dalam kesempatan tersebut Idha mengungkapkan bahwa kegiatan ini sebagai upaya mempercepat musim tanam, meningkatkan produksi padi, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Gerakan Tanam Padi Serentak juga dilaksanakan di Provinsi Banten yang dipusatkan di Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, melalui Gerakan Tanam Padi Bersama di lahan Oplah Non Rawa dan dipimpin langsung oleh Eko Nugroho Dharmo Putro selaku Kepala Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (merangkap Plt.Kapusluhtan) sebagai Penanggungjawab kegiatan Brigade Pangan Provinsi Banten serta melibatkan Pemerintah Pusat, Daerah, Penyuluh Pertanian, dan Brigade Pangan.
Eko mengatakan, Provinsi Banten berhasil melampaui target pembentukan Brigade Pangan yang ditetapkan Kementerian Pertanian pada 2025. Dari target 39 Brigade Pangan di Kabupaten Pandeglang dan Lebak, telah terbentuk 41 Brigade Pangan atau mencapai 105,13 persen dari target.
Sebanyak 41 Brigade Pangan tersebut mengelola lahan Oplah Non Rawa seluas 8.000 hektare, terdiri atas 4.800 hektare di Kabupaten Pandeglang dan 3.200 hektare di Kabupaten Lebak.

