Close Menu
    What's Hot

    Apresiasi Pelayanan Sepenuh Hati, Cerita Insan PNM Papua yang Diberangkatkan ke Jepang : Okezone Economy

    July 8, 2026

    Polisi Tangkap Muncikari di Lokasari Jakbar, Bocah Ikut Jadi Korban

    July 8, 2026

    BEI Kontak S&P Dow Jones soal Potensi Penurunan Status Pasar Saham : Okezone Economy

    July 8, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Lifestyle
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Dewanpers
    Subscribe
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    Home » Perairan di Papua Viral Dipenuhi Batu Apung, Ini Penjelasan BMKG
    Teknologi

    Perairan di Papua Viral Dipenuhi Batu Apung, Ini Penjelasan BMKG

    karinaBy karinaJuly 8, 2026No Comments2 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNN Indonesia —

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut batu apung yang memenuhi perairan Sarmi dan Biak, Papua berasal dari letusan gunung api bawah laut di utara Papua Nugini.

    Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial (medsos) menunjukkan bibir pantai di kedua perairan tersebut dipenuhi oleh batu apung hingga naik ke daratan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Merespons video tersebut, Kepala Stasiun BMKG Maritim Jayapura Heri Purnomo mengatakan asal-usul batu apung tersebut berasal dari muntahan gunung berapi bawah laut.

    “Berdasarkan penelusuran kami terdapat letusan gunung berapi bawah laut di Laut Bismarck sebelah utara PNG (Papua Nugini), di mana penumpukan lava telah menghasilkan massa batu apung yang mengapung ke permukaan pada sekitar tanggal 8 Juni 2026 di sekitaran Selat Loniu,” kata Heri Purnomo kepada wartawan pada Rabu (8/7), dikutip dari Detik.





    Setelah mengapung ke permukaan, kata Heri, batu apung tersebut terbawa oleh arus laut yang bergerak ke wilayah barat perairan Papua sehingga batu apung tersebut terdampar ke wilayah pesisir Sarmi hingga Biak.

    “Berdasarkan pergerakan arus permukaan laut kondisi arus bergerak ke arah barat sehingga batu apung yang terlihat di Selat Swanggara, untuk itu butuh penelitian lebih lanjut terkait gunung berapi di wilayah Papua,” tuturnya.

    Lebih lanjut, Heri mengatakan sejauh ini tidak terdapat gunung berapi bawah laut aktif di wilayah Papua.

    Ia mengatakan material vulkanik akibat erupsi gunung bawah laut mengikuti pergerakan arus perairan di utara Papua BMKG.

    “Namun kalau berkaitan apakah ada gunung api yang aktif di bawah laut di sekitar Papua, mungkin Badan Geologi Vulkanologi (mengetahui),” jelas Heri.

    Menurut BMKG, perlu penelusuran lebih dalam untuk mengetahui dampak batu apung tersebut terhadap masyarakat dan ekosistem pesisir perairan Papua.

    Sejauh ini, BMKG mendapatkan informasi bahwa material batu apung menghasilkan daratan baru di wilayah tersebut.

    “Kalau membahayakan secara signifikan perlu penelitian lebih lanjut, namun akibat material tersebut pasti mengakibatkan pendangkalan di pesisir akibat penumpukan sedimen,” jelas Heri.

    BMKG menyebut batu apung tersebut secara alami akan masih bergerak mengikuti arus laut, walaupun sebagian akan jadi pengendapan di pesisir laut.

    Jika terdapat dampak terhadap pelayaran, BMKG meyakini hal tersebut telah ditangani oleh otoritas terkait.

    “Namun, jika itu sekiranya membahayakan jalur pelayaran, pasti akan dibersihkan. Pasti pihak pelayaran sudah antisipasi,” pungkasnya.

    (lom)


    Add

    as a preferred
    source on Google




    [Gambas:Video CNN]

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePenampakan Rumah di Sentul Bogor Digeledah Polri Terkait 3 Kasus Korupsi
    Next Article BEI Kontak S&P Dow Jones soal Potensi Penurunan Status Pasar Saham : Okezone Economy
    karina

    Related Posts

    Teknologi

    Komdigi: Tingkat Kesuksesan Registrasi Biometrik Tembus 83 Persen

    July 7, 2026
    Teknologi

    ‘Bola Misterius’ Terdampar di Pantai Australia, Pakar Ungkap Faktanya

    July 6, 2026
    Teknologi

    Jepang Uji Hayabusa2, Wahana Pelindung Bumi dari Asteroid Berbahaya

    July 5, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News
    Nasional

    Apresiasi Pelayanan Sepenuh Hati, Cerita Insan PNM Papua yang Diberangkatkan ke Jepang : Okezone Economy

    adminJuly 8, 2026

    Cerita Insan PNM Papua yang diberangkatkan ke Jepang. (Foto: dok PNM) JAKARTA – PT Permodalan Nasional…

    Polisi Tangkap Muncikari di Lokasari Jakbar, Bocah Ikut Jadi Korban

    July 8, 2026

    BEI Kontak S&P Dow Jones soal Potensi Penurunan Status Pasar Saham : Okezone Economy

    July 8, 2026
    Top Trending
    Nasional

    Apresiasi Pelayanan Sepenuh Hati, Cerita Insan PNM Papua yang Diberangkatkan ke Jepang : Okezone Economy

    adminJuly 8, 2026

    Cerita Insan PNM Papua yang diberangkatkan ke Jepang. (Foto: dok PNM) JAKARTA…

    Nasional

    Polisi Tangkap Muncikari di Lokasari Jakbar, Bocah Ikut Jadi Korban

    adminJuly 8, 2026

    Jakarta – Polisi mengungkapkan satu anak menjadi korban eksploitasi seksual di Lokasari,…

    Nasional

    BEI Kontak S&P Dow Jones soal Potensi Penurunan Status Pasar Saham : Okezone Economy

    adminJuly 8, 2026

    BEI (Foto: Okezone) JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI)…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Demo
    Top Posts

    Ahmad Dedi Bantah Tudingan Lari Hindari Wartawan karena Diduga Terlibat Suap

    May 10, 20267 Views

    Grab For Business Permudah Operasional Perusahaan di Era Bisnis yang Makin Kompleks : Okezone Economy

    June 19, 20265 Views

    Pasokan Avtur untuk Penerbangan Bali dan Nusa Tenggara Diperkuat : Okezone Economy

    June 17, 20264 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.