Perkembangan Teknologi AI, Indonesia Siapkan 1 Juta Talenta Digital (Foto: Freepik)
JAKARTA – Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) berkembang dengan sangat cepat dan mulai menjadi bagian dari kehidupan sehari hari masyarakat. AI kini hadir dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, pekerjaan, layanan publik, hingga cara masyarakat mengakses informasi dan membangun produktivitas digital.
Oleh karena itu, inklusivitas dalam pengembangan dan pemanfaatan AI menjadi hal yang sangat penting. Penyandang disabilitas perlu dilibatkan tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem digital yang turut bertumbuh, berkontribusi, dan menciptakan dampak sosial yang lebih luas.
President Director Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir berharap teknologi AI dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, sekaligus mendorong produktivitas dan kesiapan talenta Indonesia di era digital.
“Microsoft percaya bahwa AI bukan hanya sekedar teknologi, tetapi penggerak produktivitas dan peluang ekonomi di Indonesia,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Melihat pentingnya penguatan kapasitas talenta digital di Indonesia, Microsoft bersama Kementerian Komunikasi dan Digital meluncurkan program elevAIte Indonesia pada 2024. Program ini bertujuan membekali satu juta talenta Indonesia dengan keterampilan AI yang relevan untuk menghadapi era transformasi digital.
“Melalui kolaborasi dengan mitra seperti Alunjiva, kami mendorong pemanfaatan teknologi seperti Microsoft Copilot untuk membantu lebih banyak masyarakat termasuk perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas, mengembangkan keterampilan baru, meningkatkan produktivitas, dan berpartisipasi aktif dalam ekonomi digital,” ujarnya.
Program EQUAL merupakan bagian dari inisiatif elevAIte Indonesia. Dalam implementasinya, Microsoft bersama berbagai mitra strategis membangun pendekatan kolaboratif lintas sektor untuk memastikan akses pembelajaran AI dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah, sekaligus memperkuat kesiapan talenta digital Indonesia dalam menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.
Kolaborasi ini melibatkan organisasi masyarakat sipil, komunitas disabilitas, institusi pendidikan, pemerintah daerah, fasilitator komunitas, hingga berbagai jaringan lokal yang berperan dalam memperluas akses literasi AI yang inklusif dan berkelanjutan.

