Menko Airlangga (Foto: Okezone)
JAKARTA – Indonesia dan Belarusia memperkuat kerja sama ekonomi dengan memperluas kolaborasi di sektor strategis, terutama alat berat untuk pertambangan hingga mesin pertanian. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya nilai perdagangan bilateral kedua negara.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan nilai perdagangan Indonesia-Belarusia pada tahun lalu mencapai sekitar US$221,3 juta atau tumbuh sekitar 30 persen dibandingkan periode sebelumnya. Di sisi investasi, kerja sama juga berkembang melalui sekitar 300 proyek di berbagai sektor.
Menurut Airlangga, kedua negara memiliki kekuatan ekonomi yang saling melengkapi. Belarusia memiliki keunggulan dalam manufaktur industri dan pertanian, sementara Indonesia memiliki potensi besar di sektor pertambangan, perkebunan, dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (EV).
“Indonesia dan Belarus memiliki kekuatan ekonomi yang saling melengkapi dan Belarus memiliki kapabilitas yang kuat dalam manufaktur industri dan pertanian,” ungkap Airlangga saat dijumpai di Jakarta Pusat pada Selasa (30/6/2026).
Ia menilai alat berat produksi Belarusia, seperti dump truck dan mesin pertambangan, berpeluang besar mendukung industri tambang nasional. Mengingat Indonesia sendiri memproduksi sekitar 800 juta ton batu bara setiap tahun sehingga membutuhkan armada alat berat dalam jumlah besar.
Selain itu, Airlangga juga menyebut Indonesia mengekspor sekitar 50 juta ton crude palm oil (CPO) setiap tahun, yang mana membutuhkan modernisasi sektor pertanian melalui pemanfaatan mesin berteknologi tinggi.


