Close Menu
    What's Hot

    Nasabah Bisa Dapat Pinjaman dari Banyak Pindar, OJK Ingatkan Ini

    October 8, 2026

    Indonesia Punya Coffee Shop Terbanyak di Dunia, Ini Daftarnya

    October 8, 2026

    Temuan Istana Kuno di Afrika, Diduga Pencakar Langit Pertama di Dunia

    October 8, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Lifestyle
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Dewanpers
    Subscribe
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    Home » Tolak Wacana Tutup Prodi, UMY Pilih Sesuaikan Kurikulum
    Lifestyle

    Tolak Wacana Tutup Prodi, UMY Pilih Sesuaikan Kurikulum

    adminBy adminApril 30, 2026Updated:April 30, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    WAKIL Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Zuly Qodir menyoroti wacana pemerintah terkait rencana penutupan program studi (prodi) di perguruan tinggi.

    Hal ini menyusul pernyataan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Badri Munir Sukoco soal rencana evaluasi dan penutupan program studi akibat adanya ketimpangan jumlah lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan dunia kerja.

    “Saat ini kami memilih melakukan penyesuaian kurikulum dibandingkan menutup program studi secara langsung,” kata Zuly, Selasa, 28 April 2026.

    Langkah penyesuaian kurikulum ini, kata Zuly, dinilai lebih adaptif dalam menghadapi perubahan kebutuhan zaman tanpa menghilangkan bidang keilmuan tertentu. “Penguatan kurikulum dilakukan dengan melibatkan praktisi industri serta memperkuat kompetensi nonakademik mahasiswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja,” kata dia.

    Pendekatan ini juga dinilai lebih mampu menjembatani kesenjangan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan industri. “Kami menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan dunia kerja serta menghadirkan praktisi agar mahasiswa memahami kebutuhan di lapangan,” kata dia.

    Selain itu, mahasiswa juga didorong mengembangkan soft skills agar tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga siap secara profesional.

    UMY sendiri merasa janggal dengan wacana penutupan prodi untuk mengatasi masalah ketimpangan lulusan. “Wacana penutupan prodi itu tentu perlu kejelasan lebih rinci, terutama terkait bidang apa saja yang dianggap tidak relevan,” kata Zuly.

    Zuly mencontohkan sektor pendidikan dan kedokteran yang sama-sama disebut mengalami kelebihan lulusan, tetapi di sisi lain masih menghadapi kekurangan tenaga di lapangan. Menurutnya, hal ini harus diperjelas, program pendidikan yang mana. Apakah guru SD, guru mata pelajaran, atau bidang tertentu.

    Sebab, Zuly melanjutkan, di lapangan justru masih banyak daerah yang kekurangan guru. Begitu juga dengan kedokteran. “Pertanyaan kami, jika lulusan itu dianggap berlebih, mengapa pembukaan fakultas kedokteran tetap didorong? Bisa jadi yang dibutuhkan sebenarnya dokter spesialis, bukan dokter umum, tetapi ini belum dijelaskan secara tegas,” imbuh Zuly.

    Lebih lanjut, ia menekankan bahwa persoalan utama tidak semata terletak pada jumlah program studi, melainkan pada keterhubungan antara kurikulum dan kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, pendekatan multidisiplin menjadi kunci agar lulusan tetap relevan tanpa harus menutup program studi tertentu.

    Zuly mengatakan bahwa berbagai bidang ilmu, termasuk ilmu sosial, tetap memiliki peran penting dalam mendukung industri. Kebutuhan industri tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencakup aspek manajerial, sosial, dan kebijakan.

    “Jika industri hanya dilihat dari sisi teknik, jelas tidak cukup. Pengelolaan keuangan, pemasaran, hingga relasi dengan masyarakat membutuhkan kontribusi ilmu sosial,” ujarnya. “Jadi, persoalannya bukan pada relevan atau tidaknya, melainkan bagaimana mengintegrasikannya dengan kebutuhan industri,” imbuhnya.

    Zuly mengingatkan agar kebijakan pemerintah tidak semata berorientasi pada kebutuhan industri jangka pendek.  Perguruan tinggi, menurutnya, memiliki peran lebih luas dalam membangun keilmuan dan peradaban.

    Pemerintah juga perlu menjelaskan secara tegas program studi apa yang akan ditutup dan dikembangkan. “Jangan sampai perguruan tinggi hanya mengikuti tren tanpa arah yang jelas. Pendidikan tinggi bukan sekadar mencetak tenaga kerja, tetapi juga membangun ilmu pengetahuan dan masa depan bangsa,” kata dia.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePuting Beliung Terjang SMK di Bandung, 6 Siswa Terluka
    Next Article Jalur Baru Pendakian Gunung Sumbing Sediakan Gelang RFID
    admin
    • Website

    Related Posts

    Lifestyle

    Cerita 202 Kali Digigit Ular Berbisa dan Kini Menjadi Kebal

    April 30, 2026
    Lifestyle

    Jalur Baru Pendakian Gunung Sumbing Sediakan Gelang RFID

    April 30, 2026
    Lifestyle

    Puting Beliung Terjang SMK di Bandung, 6 Siswa Terluka

    April 30, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News
    Uncategorized

    Nasabah Bisa Dapat Pinjaman dari Banyak Pindar, OJK Ingatkan Ini

    adminOctober 8, 2026

    Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperbolehkan nasabah memperoleh pinjaman di lebih dari…

    Indonesia Punya Coffee Shop Terbanyak di Dunia, Ini Daftarnya

    October 8, 2026

    Temuan Istana Kuno di Afrika, Diduga Pencakar Langit Pertama di Dunia

    October 8, 2026
    Top Trending
    Uncategorized

    Nasabah Bisa Dapat Pinjaman dari Banyak Pindar, OJK Ingatkan Ini

    adminOctober 8, 2026

    Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperbolehkan nasabah memperoleh pinjaman…

    Uncategorized

    Indonesia Punya Coffee Shop Terbanyak di Dunia, Ini Daftarnya

    adminOctober 8, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil kopi…

    Teknologi

    Temuan Istana Kuno di Afrika, Diduga Pencakar Langit Pertama di Dunia

    karinaOctober 8, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — Tim arkeolog dan teknik sipil dari Jerman meneliti kembali…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Demo
    Top Posts

    Video: Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon-Semarang II Resmi Beroperasi

    June 9, 202639 Views

    Disaksikan Prabowo, Purbaya Terima Uang Rp10,2 Triliun dari Jaksa Agung Hasil Denda Satgas PKH : Okezone Economy

    May 13, 202639 Views

    KSOP Labuan Bajo Larang Wisata Bahari Usai Gelombang Capai 2,1 Meter

    May 23, 202637 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.