Sebuah video memperlihatkan seorang pria disabilitas diduga menganiaya anak di Jalan Margonda Raya, Kota Depok hingga viral di media sosial (medsos). Pria itu ramai ditegur warga karena diduga menganiaya bocah yang melekat padanya.
Dari video yang beredar di medsos, terlihat anak tersebut menangis dekat pria berpakaian serba hitam di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) Jalan Margonda Raya, Depok.
Anak tersebut dipisahkan oleh para pejalan kaki. Pria disabilitas itu marah dan ditenangkan oleh warga lain karena dalam keadaan emosi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau apa-apa emang mau tanggung jawab? Kalau ketabrak mobil mau tanggung jawab?” tanya pria tersebut ke pejalan kaki yang menegurnya.
“Iya bukan soal tanggung jawab,” ujar pejalan kaki yang memisahkan.
“Caranya jangan dipukul,” timpal pejalan kaki wanita.
Dari video lainnya, pejalan kaki lainnya sempat menegur pria disabilitas itu. Anak tersebut tampak sedang dipangku diduga pelaku. Pria itu juga tampak berbicara keras dengan bocah berbaju dan celana biru.
“Bapak, Bapak kandungnya? Bapak siapanya?” tanya pejalan kaki.
“Bukan (kandung), bapak pungut. Orang tuanya nggak mau ngurus, emaknya nggak mau ngurus, bapaknya nggak mau ngurus,” jawab pria disabilitas itu.
“Bapak tolong ya Pak, ini anak kecil,” ucap pejalan kaki yang tengah menegur.
“Mbaknya jangan bikin rame sini, malu,” kata pria itu.
Diminta konfirmasi, Kanit PPA Polres Metro Depok AKP Tamar Bekti mengatakan peristiwa itu terjadi pada Senin (6/7) di JPO Jalan Margonda Raya, Depok. Polisi telah mengecek tempat kejadian perkara (TKP) terkait kasus tersebut.
“(Sudah) Cek TKP,” ujar AKP Tamar saat dihubungi wartawan, Selasa (7/7).
Polisi kemudian mengamankan pelaku. Korban dan ibu korban juga diarahkan untuk membuat laporan polisi (LP) di Polres Metro Depok.
“Mengamankan terlapor, anak korban dan ibu kandung korban ke Polres Metro Depok untuk diberikan arahan untuk pembuatan laporan polisi,” ungkapnya.
AKP Tamar mengatakan pria tersebut diduga merupakan tetangga korban. Pelaku mengajak korban untuk mengemis.
“(Pelaku) Tetangganya. Jadi anaknya diajak tetangga untuk mengemis, tapi anaknya yang petakilan makanya dimarahin,” ucapnya.
Kepada polisi, pria itu mengaku memarahi bocah yang dibawanya agar tidak tertabrak kendaraan yang melintas di Jalan Margonda. Pria itu menyebut si bocah tidak bisa diam.
“Jadi anaknya rada bandel, petakilan, terus dimarahin supaya tidak ketabrak,” tuturnya.
Tamar mengatakan ibu korban tidak bersedia membuat laporan polisi (LP). Kedua belah pihak membuat surat pernyataan terkait kasus tersebut.
Halaman 2 dari 3
(dvp/jbr)

