Infrastruktur (Foto: Okezone)




JAKARTA – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) membidik peluang proyek infrastruktur di kawasan Timur Tengah, khususnya Arab Saudi. Perseroan tercatat telah memiliki pengalaman panjang mengerjakan berbagai proyek strategis, termasuk renovasi area mataf di Masjidil Haram, Makkah.

Waskita menilai peluang pengembangan bisnis di kawasan tersebut masih terbuka lebar. Perseroan pun menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan partisipasi dalam proyek-proyek infrastruktur di Timur Tengah.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, pengalaman mengerjakan proyek-proyek di Arab Saudi menjadi modal penting bagi perseroan untuk memperluas pasar internasional.

“Sebelumnya mataf hanya dapat menampung 48 ribu jemaah, namun setelah direnovasi bisa memuat hingga lebih dari 105 ribu jemaah. Bagi Waskita, memperluas Mataf Masjidil Haram bukan sekadar mengerjakan proyek, tapi wujud komitmen kami dalam menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi dunia internasional, apalagi Masjidil Haram merupakan tempat suci dan spiritual yang selalu menjadi tujuan masyarakat dunia,” ujar Ermy dalam keterangan resmi, Rabu (3/6/2026).

Renovasi mataf merupakan bagian dari proyek perluasan King Abdullah Makkah Extension (KAME) yang dikerjakan pada 2013 dengan nilai kontrak mencapai 59 juta riyal Saudi. Proyek tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas area tawaf sehingga mampu menampung lebih banyak jemaah dan memberikan kenyamanan beribadah.

Menurut Ermy, Waskita menggunakan metode formwork slab dan cantilever beam dalam pelaksanaan proyek tersebut. Metode itu berfungsi sebagai cetakan sementara untuk membentuk struktur beton sesuai desain sehingga pengerjaan menjadi lebih presisi, efisien dari sisi waktu, serta optimal dari sisi biaya. 

 

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version