Close Menu
    What's Hot

    TASPEN Beri Santunan ke Ahli Waris Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

    April 30, 2026

    Prabowo Jamin Program MBG Diteruskan Sampai Selesai, Tidak Mangkrak!

    April 30, 2026

    Melati Sarnita: Perempuan Biasa Hadapi ‘Chaos’, Jadi Modal Dunia Kerja

    April 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Portal Media Nusantara
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Subscribe
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    Portal Media Nusantara
    Home » Tok! The Fed Tahan Suku Bunga: Sengit! Suara Pecah Terbesar Sejak 1992
    Uncategorized

    Tok! The Fed Tahan Suku Bunga: Sengit! Suara Pecah Terbesar Sejak 1992

    adminBy adminApril 29, 2026No Comments4 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email



    Jakarta, CNBC Indonesia – Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) kembali mempertahankan suku bunga di level 3,50-3,75%. Keputusan ini diambil di tengah besarnya perpecahan suara dalam tubuh The Fed.

    The Fed mengumumkan suku bunga pada Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia (30/4/2026) setelah menggelar pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) selama dua hari.

    Seperti diketahui, The Fed pada 2025 menahan suku bunga hingga Agustus 2025 di level 4,25-4,50% sebelum memangkasnya pada September, Oktober, dan Desember 2025 menjadi 3,50-3,75%. Pada Januari – April 2026, The Fed menahan suku bunga acuan.



    The Fed Terbelah

    Dalam rapat yang kemungkinan menjadi pertemuan terakhir Ketua Jerome Powell sebagai pimpinan. Rapat tersebut diwarnai dengan gelombang pejabat yang menentang pernyataan bahwa pemangkasan suku bunga lebih lanjut masih mungkin dilakukan.

    Suara anggota FOMC terbelah dengan hasil 8-4, di mana para pejabat memiliki alasan berbeda atas pilihan mereka. Jumlah dissenting vote (suara berbeda) in adalah yang tertinggi sejak Oktober 1992 atau 34 tahun terakhir.



    Gubernur Stephen Miran kembali menyampaikan dissent demi mendukung pemangkasan suku bunga 25 basis poin, seperti yang ia lakukan sejak bergabung ke bank sentral pada September 2025.

    Tiga suara “tidak” lainnya berasal dari Presiden Fed regional: Beth Hammack dari Cleveland, Neel Kashkari dari Minneapolis, dan Lorie Logan dari Dallas. Mereka setuju suku bunga ditahan, tetapi menolak adanya bias dovish dalam pernyataan resmi.

    Masalah utama ketidaksepakatan adalah kalimat berikut:

    “Dalam mempertimbangkan besaran dan waktu penyesuaian tambahan terhadap target suku bunga dana federal, Komite akan secara hati-hati menilai data yang masuk, prospek yang berkembang, dan keseimbangan risiko.”

    Frasa tersebut mengindikasikan langkah berikutnya kemungkinan penurunan suku bunga, karena penggunaan kata “tambahan” menunjukkan aksi terakhir The Fed adalah pemangkasan.

    Hammack, Kashkari, Logan, dan beberapa pejabat lain telah memperingatkan bahaya inflasi yang persisten. Harga yang lebih tinggi biasanya berarti suku bunga lebih tinggi pula.

    Dalam pernyataan resminya The Fed menulis,“Inflasi masih tinggi, sebagian mencerminkan kenaikan harga energi global baru-baru ini. Perkembangan di Timur Tengah turut menyebabkan tingginya ketidakpastian terhadap prospek ekonomi”.

    Kalimat ini memiliki perubahan dari pertemuan sebelumnya yang menyebut inflasi hanya “agak” tinggi.

    Selama delapan tahun menjabat, Powell umumnya mampu menjaga konsensus kuat di dalam komite, meski The Fed berjuang menjinakkan inflasi dan menghadapi tekanan politik agresif dari Gedung Putih.

    Sebagai catatan, inflasi AS melonjak menjadi 3,3% pada Maret 2026, menjadi level tertinggi sejak Mei 2024. Inflasi dikhawatirkan akan kembali naik sejalan dengan lonjakan harga minyak.

    Di sisi lain mandat ganda The Fed, kekhawatiran soal pasar tenaga kerja mulai mereda. Payroll nonfarm Maret naik 178.000, lebih baik dari perkiraan, sementara tingkat pengangguran turun ke 4,3%. Untuk April, ADP melaporkan pertumbuhan payroll swasta mingguan rata-rata sekitar 40.000, menunjukkan pasar kerja masih sehat meski tidak terlalu kuat.


    Sebelumnya pada hari yang sama, Komite Perbankan Senat AS meloloskan nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed berikutnya melalui voting garis partai. Senat penuh diperkirakan akan menyetujui, membuka jalan perubahan kepemimpinan pertama sejak Powell mengambil alih pada 2018.

    Dalam konferensi persnya, Powell juga mengucapkan selamat kepada Warsh atas kemajuan proses pengangkatannya.

    Dia juga memberi sinyal akan tetap berada di Dewan Gubernur untuk waktu yang belum ditentukan. Ia mengatakan masih menunggu investigasi renovasi gedung The Fed secara tuntas, transparan, dan final.

    Tanggapan Market

    Bursa saham AS, Wal Street, melemah menyambut keputusan The Fed. Indeks Dow Jones turun 280,12 poin atau 0,57% ke level 48.861,81, mencatat penurunan lima hari berturut-turut. S&P 500 turun tipis 0,04% ke posisi 7.135,95, sementara Nasdaq Composite naik tipis 0,04% ke 24.673,24.

    “Dalam masa jabatan yang umumnya ditandai konsensus dan sedikit perbedaan suara, Ketua Powell menutup masa jabatannya dengan 4 dissent,” kata Brent Schutte, CIO Northwestern Mutual, dikutip dari CNBC International.

    Besarnya dissenting menunjukkan kemungkinan perpecahan serupa berlanjut ketika ketua baru yang ingin mengubah arah The Fed mengambil alih. Ini juga mencerminkan ketidakpastian prospek ekonomi jangka pendek akibat sinyal pasar tenaga kerja dan pertumbuhan yang saling bertentangan di tengah inflasi yang bertahan di atas 3% sejak akhir 2023.

    Masa jabatan Jerome Powell sebagai Ketua Federal Reserve berakhir pada 15 Mei, tetapi masa jabatannya yang terpisah sebagai anggota Dewan Gubernur The Fed yang sangat berpengaruh baru akan berakhir pada Januari 2028.

    (mae/mae)



    Add

    logo_svg

    as a preferred

    source on Google






    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    admin
    • Website

    Related Posts

    TASPEN Beri Santunan ke Ahli Waris Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

    April 30, 2026

    Prabowo Jamin Program MBG Diteruskan Sampai Selesai, Tidak Mangkrak!

    April 30, 2026

    Melati Sarnita: Perempuan Biasa Hadapi ‘Chaos’, Jadi Modal Dunia Kerja

    April 30, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News

    TASPEN Beri Santunan ke Ahli Waris Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

    By adminApril 30, 2026

    Jakarta, CNBC Indonesia – PT TASPEN (Persero) dengan cepat memberikan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)…

    Prabowo Jamin Program MBG Diteruskan Sampai Selesai, Tidak Mangkrak!

    April 30, 2026

    Melati Sarnita: Perempuan Biasa Hadapi ‘Chaos’, Jadi Modal Dunia Kerja

    April 30, 2026
    Top Trending

    TASPEN Beri Santunan ke Ahli Waris Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

    By adminApril 30, 2026

    Jakarta, CNBC Indonesia – PT TASPEN (Persero) dengan cepat memberikan manfaat Jaminan…

    Prabowo Jamin Program MBG Diteruskan Sampai Selesai, Tidak Mangkrak!

    By adminApril 30, 2026

    Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Prabowo Subianto berkomitmen menuntaskan program Makan Bergizi…

    Melati Sarnita: Perempuan Biasa Hadapi ‘Chaos’, Jadi Modal Dunia Kerja

    By adminApril 30, 2026

    Jakarta, CNBC Indonesia – Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), Melati…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • World
    • US Politics
    • EU Politics
    • Business
    • Opinions
    • Connections
    • Science

    Company

    • Information
    • Advertising
    • Classified Ads
    • Contact Info
    • Do Not Sell Data
    • GDPR Policy
    • Media Kits

    Services

    • Subscriptions
    • Customer Support
    • Bulk Packages
    • Newsletters
    • Sponsored News
    • Work With Us

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.
    • Privacy Policy
    • Terms
    • Accessibility

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.