Close Menu
    What's Hot

    TPU Pondok Kelapa Jaktim Kebakaran, Api Diduga dari Pembakaran Sampah

    July 9, 2026

    Apa Perbedaan JHT dan JP? Ini Penjelasannya : Okezone Economy

    July 9, 2026

    Pabrik Sepatu di China Kebakaran, 28 Orang Tewas

    July 9, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Lifestyle
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Dewanpers
    Subscribe
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    Home » Babak Baru Hilirisasi Nikel, Ketika Baterai Bekas Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik RI : Okezone Economy
    Nasional

    Babak Baru Hilirisasi Nikel, Ketika Baterai Bekas Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik RI : Okezone Economy

    adminBy adminJuly 9, 2026No Comments4 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Babak Baru Hilirisasi Nikel, Ketika Baterai Bekas Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik RI (Foto: Kementerian ESDM)

    JAKARTA – Suatu hari nanti, jutaan kendaraan listrik akan memenuhi jalan-jalan Indonesia. Sebagian baterainya akan kehilangan daya, berhenti bekerja, lalu diganti dengan yang baru.

    Pertanyaannya bukan apakah baterai itu akan habis.Pertanyaannya adalah: ke mana baterai itu pergi setelah selesai menjalankan tugasnya?

    Selama ini, keberhasilan hilirisasi nikel sering diukur dari berdirinya smelter, besarnya investasi, atau meningkatnya ekspor produk olahan. Padahal, ukuran keberhasilan yang sesungguhnya justru baru dimulai ketika baterai kendaraan listrik mencapai akhir masa pakainya.

    Apabila baterai bekas berakhir sebagai limbah, maka rantai nilai industri berhenti. Namun apabila baterai itu kembali menjadi bahan baku bagi baterai generasi berikutnya, maka hilirisasi telah berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih besar: ekonomi sirkular.

    Di sinilah Indonesia sedang memasuki babak baru. Sebagai negara yang memiliki lebih dari 40 persen cadangan nikel dunia, Indonesia tidak lagi hanya membangun industri pengolahan mineral. 

    Melalui proyek ekosistem baterai terintegrasi Konsorsium  PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Indonesia Battery Corporation (IBC), dan Konsorsium CATL, Brunp, Lygend (CBL), Indonesia sedang menyusun rantai industri kendaraan listrik dari hulu hingga hilir, mulai dari tambang, pemurnian, produksi material baterai, manufaktur sel, hingga kelak berakhir pada fasilitas daur ulang.

    Pembangunan pabrik baterai di Karawang bukan sekadar menghadirkan fasilitas manufaktur baru. Ia menjadi simbol perubahan cara pandang terhadap sumber daya alam. Nikel tidak lagi dijual sebagai batuan, melainkan diolah menjadi teknologi yang menggerakkan masa depan.

    “Kunci daripada pembangunan suatu bangsa adalah memang kemampuan bangsa itu mengolah sumber alam menjadi bahan yang bermanfaat dan punya nilai tambah yang tinggi, sehingga bisa mendorong kemakmuran dan kesejahteraan,” kata Presiden Prabowo Subianto.

    Percepatan pembentukan ekosistem tersebut diwujudkan melalui IBC yang mengintegrasikan kekuatan Grup MIND ID, Pertamina, dan PLN. 

    Antam menjadi penopang pasokan nikel di sisi hulu, sementara pembangunan fasilitas CAM di Halmahera dan pabrik sel baterai CATIB di Karawang memperkuat sektor midstream dan downstream. 

    Di sisi lain, PT Bukit Asam mulai mengembangkan artificial graphite sebagai material anoda baterai, sehingga Indonesia berpeluang menguasai dua komponen utama baterai nickel-mangan-cobalt (NMC) yaitu katoda berbasis nikel dan anoda berbasis graphite.

    “MIND ID berkomitmen memastikan agenda hilirisasi nasional tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan manfaat yang nyata dan terukur bagi perekonomian nasional, sekaligus mendukung ketahanan energi, transisi energi terbarukan, serta pembangunan industri masa depan Indonesia,” tambah Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin.

    Nilai tambah sesungguhnya muncul ketika material di dalam baterai mampu hidup kembali. Tantangannya tidak ringan.

    Dunia bergerak sangat cepat. Selain baterai NMC yang menjadi kekuatan Indonesia, baterai seperti Lithium Iron Phosphate (LFP) hingga Lithium Manganese Iron Phosphate (LMFP) juga hadir.

    Harga baterai NMC memang lebih tinggi dibandingkan LFP, namun kemampuan menyimpan energi yang lebih besar membuat biaya operasional per kilometer kendaraan berperforma tinggi menjadi lebih kompetitif. 

    Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi peluang besar karena nikel merupakan material utama yang memberikan nilai tambah pada baterai NMC, sementara bahan baku utama LFP seperti litium dan fosfat masih bergantung pada impor.

    Potensi tersebut semakin relevan dengan pesatnya pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional. Penjualan mobil listrik meningkat dari hanya 272 unit pada 2021 menjadi lebih dari 114 ribu unit pada 2025, sementara penjualan sepeda motor listrik juga terus bertumbuh. 

    Persaingan tidak lagi hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki cadangan mineral terbesar, tetapi oleh siapa yang paling cepat beradaptasi. Karena itu, hilirisasi tidak boleh dipahami sebagai pembangunan industri untuk satu teknologi tertentu. Yang harus dibangun adalah kemampuan untuk terus berinovasi.

    Riset, manufaktur komponen, perangkat lunak kendaraan listrik, sistem manajemen baterai, serta pengembangan sumber daya manusia menjadi sama pentingnya dengan pembangunan smelter. Ketika teknologi berubah, industri nasional harus tetap mampu bergerak mengikuti arah perubahan.

    Namun, di tengah cepatnya inovasi tersebut, terdapat satu peluang yang justru semakin besar: daur ulang baterai.

    Baterai kendaraan listrik tidak benar-benar mati ketika masa pakainya selesai. Di dalamnya masih tersimpan nikel, kobalt, dan litium yang dapat dipulihkan melalui proses recycling untuk kembali menjadi bahan baku baterai baru.

    Artinya, akhir dari sebuah baterai sebenarnya adalah awal dari baterai berikutnya.

    IBC menargetkan memasuki industri daur ulang mulai 2030. Langkah ini bukan sekadar membangun pabrik baru, melainkan membangun siklus ekonomi yang menjaga mineral strategis tetap berada di dalam negeri selama mungkin.

    Setiap baterai yang berhasil didaur ulang berarti lebih sedikit tambang baru yang harus dibuka, lebih rendah emisi karbon yang dihasilkan, serta lebih besar nilai tambah yang dinikmati industri nasional.

    Di masa depan, keunggulan suatu negara tidak lagi diukur dari banyaknya sumber daya yang dimiliki, tetapi dari kemampuannya mempertahankan sumber daya tersebut tetap berputar dalam rantai industrinya sendiri.

    Indonesia memiliki hampir seluruh prasyarat untuk memenangkan persaingan itu: cadangan nikel terbesar di dunia, investasi industri yang terus tumbuh, pasar kendaraan listrik yang berkembang, serta kebijakan hilirisasi yang konsisten.

     

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleBrimob Polda Metro Gagalkan Balap Liar di Bekasi, 2 Remaja Diamankan
    Next Article Pabrik Sepatu di China Kebakaran, 28 Orang Tewas
    admin
    • Website

    Related Posts

    Nasional

    TPU Pondok Kelapa Jaktim Kebakaran, Api Diduga dari Pembakaran Sampah

    July 9, 2026
    Nasional

    Apa Perbedaan JHT dan JP? Ini Penjelasannya : Okezone Economy

    July 9, 2026
    Nasional

    Pabrik Sepatu di China Kebakaran, 28 Orang Tewas

    July 9, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News
    Nasional

    TPU Pondok Kelapa Jaktim Kebakaran, Api Diduga dari Pembakaran Sampah

    adminJuly 9, 2026

    Jakarta – Kebakaran melanda kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur…

    Apa Perbedaan JHT dan JP? Ini Penjelasannya : Okezone Economy

    July 9, 2026

    Pabrik Sepatu di China Kebakaran, 28 Orang Tewas

    July 9, 2026
    Top Trending
    Nasional

    TPU Pondok Kelapa Jaktim Kebakaran, Api Diduga dari Pembakaran Sampah

    adminJuly 9, 2026

    Jakarta – Kebakaran melanda kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa, Duren…

    Nasional

    Apa Perbedaan JHT dan JP? Ini Penjelasannya : Okezone Economy

    adminJuly 9, 2026

    JHT BPJS Ketenagakerjaan (Foto: Okezone) JAKARTA – Apa perbedaan JHT dan JP?…

    Nasional

    Pabrik Sepatu di China Kebakaran, 28 Orang Tewas

    adminJuly 9, 2026

    Jakarta – Pabrik sepatu di China bagian timur dilanda kebakaran hebat. Setidaknya…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Demo
    Top Posts

    Ahmad Dedi Bantah Tudingan Lari Hindari Wartawan karena Diduga Terlibat Suap

    May 10, 20267 Views

    Grab For Business Permudah Operasional Perusahaan di Era Bisnis yang Makin Kompleks : Okezone Economy

    June 19, 20265 Views

    Pasokan Avtur untuk Penerbangan Bali dan Nusa Tenggara Diperkuat : Okezone Economy

    June 17, 20264 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.