Bendungan Sidan dan Keureuto (Foto: Okezone)
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara serentak meresmikan lima bendungan di lima provinsi. Peresmian digelar secara langsung di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sementara keempat lainnya diresmikan secara hybrid, yakni Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Provinsi Bali.
PT Brantas Abipraya (Persero), BUMN konstruksi yang berpengalaman dalam pembangunan infrastruktur strategis nasional, turut bangga atas diresmikannya Bendungan Sidan di Provinsi Bali dan Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh yang telah tuntas dibangun BUMN ini. Kehadiran kedua bendungan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, ketahanan air, serta mendukung visi Asta Cita menuju Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan bendungan bukan sekadar membangun infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang untuk menjamin ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Presiden mengingatkan agar manfaat bendungan benar-benar dirasakan oleh para petani.
“Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai kepada petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara,” tegas Presiden.
Fondasi Kedaulatan Bangsa dan Negara
Sebagai kontraktor pelaksana, Brantas Abipraya memastikan pembangunan kedua bendungan tersebut dilakukan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, serta ketepatan mutu agar dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Memperkuat penjelasan Presiden, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan bahwa pembangunan bendungan ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi membangun fondasi kedaulatan bangsa dan negara.

