Close Menu
    What's Hot

    IDAI Sebut Campak Bisa Sebabkan Pneumonia hingga Radang Otak

    May 22, 2026

    MNC Sekuritas Borong 3 Penghargaan di 15th Infobank Isentia Digital Brand Appreciation 2026 : Okezone Economy

    May 22, 2026

    Polres Bogor Ungkap Modus Penyelewengan BBM Subsidi, Modif Mobil-Ganti Pelat

    May 22, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Lifestyle
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Dewanpers
    Subscribe
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    Home » IDAI Sebut Campak Bisa Sebabkan Pneumonia hingga Radang Otak
    Uncategorized

    IDAI Sebut Campak Bisa Sebabkan Pneumonia hingga Radang Otak

    adminBy adminMay 22, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email



    Jakarta, CNN Indonesia —

    Banyak orang masih menganggap campak sebagai penyakit ringan pada anak yang hanya ditandai demam dan ruam merah di kulit.

    Di balik gejala awal yang tampak sederhana, campak bisa memicu komplikasi serius bahkan berujung fatal.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Ketua Satuan Tugas (Satgas) Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Hartono Gunardi menegaskan bahwa campak termasuk penyakit yang harus diwaspadai, terutama pada anak-anak.

    “Kasus yang banyak ditemui pada anak adalah penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi, salah satunya campak dan ini sering disertai komplikasi seperti radang paru atau pneumonia,” kata Hartono dalam acara Undangan Temu Jurnalis, Pekan Imunisasi Dunia 2026 di Jakarta yang dikutip dari akun YouTube Kementerian Kesehatan, beberapa waktu lalu.

    Menurut Hartono, sekitar 1 dari 20 anak yang terkena campak berisiko mengalami pneumonia, yang menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak balita.

    Namun, dampaknya tidak berhenti di situ. Campak juga bisa menyerang organ lain dan memicu komplikasi serius, seperti:

    • infeksi telinga yang bisa menyebabkan gangguan pendengaran,
    • kerusakan mata, termasuk pada kornea,
    • hingga radang otak.

    “Radang otak ini bisa menyebabkan kejang, kelumpuhan, hingga gangguan kognitif,” ujarnya.

    Dalam kasus yang lebih jarang, sekitar 1 dari 1.000 kasus campak dapat berkembang menjadi radang otak, dan sebagian di antaranya meninggalkan gejala sisa jangka panjang.

    Bahkan, ada komplikasi langka yang bisa muncul bertahun-tahun kemudian, yakni subacute sclerosing panencephalitis (SSPE), radang otak progresif yang tidak dapat disembuhkan dan berujung fatal.

    “Sekitar satu dari sejuta kasus, setelah 7-10 tahun, bisa berkembang menjadi SSPE,” kata Hartono.

    Campak bukan penyakit baru, tetapi hingga kini masih menjadi masalah kesehatan global. Virusnya dikenal sangat menular dan mampu bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan.

    “Virus ini cukup tahan terhadap pengaruh cuaca, sehingga bisa menyebabkan penyakit baik di negara beriklim panas maupun dingin,” jelas Hartono.

    Ia juga menyinggung bahwa kasus campak kembali meningkat di berbagai negara, termasuk di Eropa dan Amerika dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu penyebabnya adalah anggapan bahwa campak bukan penyakit berbahaya.

    “Kadang dianggap enteng, hanya demam dan ruam, nanti juga sembuh sendiri. Padahal risikonya bisa berat,” ujarnya.

    Imunisasi menjadi langkah paling efektif untuk mencegah campak dan komplikasinya. Sementara itu,cakupan imunisasi di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah.

    Data dalam Pekan Imunisasi Dunia 2026 menunjukkan sekitar 2,8 juta anak di Indonesia belum mendapat imunisasi lengkap.

    Hartono mengingatkan orang tua untuk kembali memeriksa catatan imunisasi anak, misalnya melalui buku KIA.

    “Kalau belum lengkap, mohon dilengkapi, dan bagi yang sudah lengkap, imunisasi tetap berlanjut, tidak berhenti di usia dua tahun, tapi juga saat anak masuk sekolah,” katanya.

    Program imunisasi juga mencakup kelompok lain, seperti calon pengantin dan orang dewasa dengan kondisi tertentu, termasuk tenaga kesehatan atau mereka yang memiliki komorbid. Lebih dari sekadar perlindungan individu, imunisasi juga berperan dalam melindungi orang lain di sekitar.

    Hartono menambahkan, sejumlah penelitian di negara berkembang menunjukkan anak dengan imunisasi lengkap cenderung memiliki capaian kesehatan dan perkembangan yang lebih baik, termasuk dalam aspek pendidikan.

    “Manfaat vaksin bukan hanya melindungi individu, tapi juga lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

    Memahami bahwa campak bukan sekadar penyakit ruam biasa menjadi langkah penting. Dengan kesadaran dan imunisasi yang tepat, risiko komplikasi berat hingga kematian bisa dicegah sejak awal.

    (anm/fef)


    Add

    as a preferred
    source on Google





    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleMNC Sekuritas Borong 3 Penghargaan di 15th Infobank Isentia Digital Brand Appreciation 2026 : Okezone Economy
    admin
    • Website

    Related Posts

    Uncategorized

    Wah! Surat Utang Global Purbaya Diserbu Investor Asing

    May 22, 2026
    Uncategorized

    Ini 8 Khasiat Bunga Lawang, Mulai Dari Cegah Virus hingga Insomnia

    May 21, 2026
    Uncategorized

    Bukan Main! Ternyata Sudah 90.000 Unit BYD Berkeliaran di Jalanan RI

    May 21, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News
    Uncategorized

    IDAI Sebut Campak Bisa Sebabkan Pneumonia hingga Radang Otak

    adminMay 22, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — Banyak orang masih menganggap campak sebagai penyakit ringan pada anak yang hanya…

    MNC Sekuritas Borong 3 Penghargaan di 15th Infobank Isentia Digital Brand Appreciation 2026 : Okezone Economy

    May 22, 2026

    Polres Bogor Ungkap Modus Penyelewengan BBM Subsidi, Modif Mobil-Ganti Pelat

    May 22, 2026
    Top Trending
    Uncategorized

    IDAI Sebut Campak Bisa Sebabkan Pneumonia hingga Radang Otak

    adminMay 22, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — Banyak orang masih menganggap campak sebagai penyakit ringan pada…

    Nasional

    MNC Sekuritas Borong 3 Penghargaan di 15th Infobank Isentia Digital Brand Appreciation 2026 : Okezone Economy

    adminMay 22, 2026

    MNC Sekuritas kembali memperoleh prestasi membanggakan dengan meraih tiga penghargaan dalam 15th…

    Nasional

    Polres Bogor Ungkap Modus Penyelewengan BBM Subsidi, Modif Mobil-Ganti Pelat

    adminMay 22, 2026

    Jakarta – Polres Bogor mengungkap kasus penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi yang…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Demo
    Top Posts

    Ahmad Dedi Bantah Tudingan Lari Hindari Wartawan karena Diduga Terlibat Suap

    May 10, 20267 Views

    Pertamina Goes To Campus 2026 Cari Mahasiswa Kreatif dan Inovatif

    May 21, 20263 Views

    Polisi Usut Viral Pemotor Rampas HP Bocah di Lubang Buaya Jaktim

    May 12, 20263 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.