Close Menu
    What's Hot

    Gempa M 5,1 Guncang Poso, Tak Berpotensi Tsunami

    June 16, 2026

    Ilmuwan Temukan 166 Ribu Km Persegi Terumbu Karang Tahan Krisis Iklim

    June 16, 2026

    Petani di Lampung Dibuat Panik gegara Beruang Masuk Kebun

    June 16, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Lifestyle
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Dewanpers
    Subscribe
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    Home ยป Ilmuwan Temukan 166 Ribu Km Persegi Terumbu Karang Tahan Krisis Iklim
    Teknologi

    Ilmuwan Temukan 166 Ribu Km Persegi Terumbu Karang Tahan Krisis Iklim

    karinaBy karinaJune 16, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNN Indonesia —

    Bukan semua terumbu karang berada di ambang kepunahan. Di tengah ancaman pemanasan global yang terus meningkat, para ilmuwan menemukan secercah harapan bagi ekosistem laut yang selama ini dianggap paling rentan terhadap perubahan iklim.

    Sebuah penelitian terbaru mengidentifikasi hampir 166 ribu kilometer persegi terumbu karang di berbagai belahan dunia yang memiliki kemampuan untuk bertahan hidup dan pulih dari dampak krisis iklim. Luas wilayah tersebut setara dengan hampir tiga kali perkiraan sebelumnya mengenai kawasan terumbu karang yang dinilai memiliki ketahanan alami terhadap perubahan lingkungan.

    Temuan ini menjadi kabar baik bagi masa depan lautan. Terumbu karang diketahui menopang sekitar seperempat kehidupan laut dunia, sekaligus menjadi sumber pangan, perlindungan pesisir, dan mata pencaharian bagi jutaan orang.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Namun dalam beberapa dekade terakhir, ekosistem ini mengalami tekanan besar akibat badai tropis yang semakin kuat, pencemaran, serta fenomena pemutihan karang (coral bleaching) yang dipicu kenaikan suhu laut. Sejumlah ilmuwan bahkan memperingatkan bahwa sebagian terumbu karang dapat mengalami kerusakan permanen jika pemanasan global tidak segera ditekan.





    Melansir CNA, penelitian tersebut dilakukan dengan menganalisis sekitar 45 ribu survei terumbu karang yang dikombinasikan dengan data iklim dan kondisi laut selama puluhan tahun. Hasilnya, para peneliti berhasil memetakan kawasan-kawasan terumbu karang yang relatif lebih tangguh menghadapi perubahan iklim.

    Wilayah-wilayah tersebut tersebar di 71 negara dan lebih dari 100 teritori, termasuk di kawasan Karibia serta beberapa bagian Samudra Pasifik dan Atlantik yang sebelumnya belum pernah diidentifikasi sebagai habitat karang yang resilien.

    Direktur konservasi karang Wildlife Conservation Society (WCS), Emily Darling, mengatakan terumbu karang selama ini sering dipandang sebagai ekosistem yang tidak lagi dapat diselamatkan.

    “Penelitian ini menunjukkan sebaliknya. Kita kini mengetahui di mana letak harapan itu berada, dan yang dibutuhkan saat ini adalah kemauan politik untuk melindunginya,” kata Darling.

    Menurut dia, hasil penelitian tersebut dapat menjadi panduan penting bagi pemerintah di berbagai negara dalam menentukan prioritas perlindungan laut.

    Peta baru untuk konservasi laut

    Saat ini banyak negara tengah menyusun strategi guna mencapai target konservasi global yang dikenal sebagai ’30 by 30′, yakni melindungi 30 persen wilayah daratan dan lautan pada akhir dekade ini.

    Data terbaru mengenai lokasi terumbu karang yang tahan terhadap perubahan iklim diyakini akan membantu proses perencanaan tersebut. Pemerintah dapat mengintegrasikan kawasan-kawasan penting ini ke dalam wilayah konservasi yang memiliki perlindungan hukum.

    Darling mengungkapkan, saat ini hanya sekitar 28 persen dari terumbu karang yang teridentifikasi tersebut berada di kawasan lindung atau area konservasi.

    “Kesempatannya sangat jelas, begitu juga urgensinya, terutama ketika kita menghadapi potensi peristiwa super El Nino berikutnya,” ujarnya.

    Sementara itu, salah satu penulis studi sekaligus Direktur Eksekutif Program Kelautan Global WCS, Stacy Jupiter, mengatakan hasil penelitian ini juga dapat membantu pemerintah menentukan penggunaan anggaran konservasi yang terbatas.

    Menurutnya, kawasan terumbu karang yang terbukti lebih tangguh dapat menjadi prioritas utama untuk mendapatkan perlindungan dan investasi pemulihan.

    Di sisi lain, beberapa wilayah yang kondisinya telah terlalu rusak mungkin membutuhkan pendekatan berbeda.

    “Dalam beberapa kasus, ketika terumbu karang sudah berada di bawah ambang fungsi ekosistem tertentu, mungkin diperlukan pendekatan triase. Artinya, sumber daya yang tersedia perlu difokuskan pada lokasi yang memiliki peluang bertahan lebih besar,” kata Jupiter.

    (tis/tis)


    Add

    as a preferred
    source on Google




    [Gambas:Video CNN]

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePetani di Lampung Dibuat Panik gegara Beruang Masuk Kebun
    Next Article Gempa M 5,1 Guncang Poso, Tak Berpotensi Tsunami
    karina

    Related Posts

    Teknologi

    Inggris Punya ‘PP Tunas,’ Larang Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

    June 15, 2026
    Teknologi

    Pemerintah AS Blokir Model AI Baru Anthropic Fable 5, Kenapa?

    June 14, 2026
    Teknologi

    ‘Kiamat Iklim’ Semakin Dekat, Tandanya Muncul di Selatan Greenland

    June 13, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News
    Nasional

    Gempa M 5,1 Guncang Poso, Tak Berpotensi Tsunami

    adminJune 16, 2026

    Jakarta – Gempa bumi dengan magnitudo (M) 5,1 mengguncang di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. BMKG…

    Ilmuwan Temukan 166 Ribu Km Persegi Terumbu Karang Tahan Krisis Iklim

    June 16, 2026

    Petani di Lampung Dibuat Panik gegara Beruang Masuk Kebun

    June 16, 2026
    Top Trending
    Nasional

    Gempa M 5,1 Guncang Poso, Tak Berpotensi Tsunami

    adminJune 16, 2026

    Jakarta – Gempa bumi dengan magnitudo (M) 5,1 mengguncang di Kabupaten Poso,…

    Teknologi

    Ilmuwan Temukan 166 Ribu Km Persegi Terumbu Karang Tahan Krisis Iklim

    karinaJune 16, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — Bukan semua terumbu karang berada di ambang kepunahan.…

    Nasional

    Petani di Lampung Dibuat Panik gegara Beruang Masuk Kebun

    adminJune 16, 2026

    Jakarta – Warga Pekon Kali Sari, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Lampung, dibuat…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Demo
    Top Posts

    Ahmad Dedi Bantah Tudingan Lari Hindari Wartawan karena Diduga Terlibat Suap

    May 10, 20267 Views

    Telkom Rombak Daftar Petinggi: Silmy Karim Keluar, Edwin Hidayat Masuk

    June 8, 20264 Views

    Intip Bedanya BLT Kesra dan BLT Dana Desa 2026 : Okezone Economy

    June 7, 20264 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.