Close Menu
    What's Hot

    Suahasil Perintahkan Bea Cukai Terus Menggempur Peredaran Rokok Ilegal

    September 16, 2026

    5 Kebiasaan Era 90-an Ini Tak Boleh Diwariskan ke Gen Alpha

    September 16, 2026

    Jensen Huang Tolak Regulasi Baru untuk Atur Perkembangan AI

    September 16, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Lifestyle
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Dewanpers
    Subscribe
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    Home » Mensos: Sekolah Rakyat Bagian Strategi Besar Pengentasan Kemiskinan
    Nasional

    Mensos: Sekolah Rakyat Bagian Strategi Besar Pengentasan Kemiskinan

    adminBy adminMay 3, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta – Lebih dari 4 juta anak usia 7-18 tahun di Indonesia tercatat tidak sekolah, putus sekolah, atau berisiko putus sekolah. Data ini diperkuat oleh temuan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan masih adanya anak-anak yang belum terjangkau layanan pendidikan dengan kecenderungan putus sekolah meningkat pada jenjang pendidikan lebih tinggi.

    Menjawab tantangan tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) menegaskan bahwa negara harus hadir melalui intervensi menyeluruh hingga ke level keluarga dengan mengedepankan semangat gotong royong.

    Hal itu disampaikan Gus Ipul saat menghadiri forum Belajaraya dengan Teman 2026 bertema ‘Merayakan #KerjaBarengan untuk Ekosistem Pendidikan’ di Taman Ismail Marzuki, Sabtu (2/5/2026).

    Dalam sesi Ngobrol Publik #5: Gotong Royong untuk Sekolah dan Madrasah: Kebijakan dan Aspirasi Komunitas, Gus Ipul menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis untuk menjangkau kelompok paling rentan.

    “Sekolah Rakyat ini adalah bagian dari strategi besar pengentasan kemiskinan. Kita tidak hanya mengintervensi anaknya, tapi juga keluarganya. Harapannya, ketika anaknya lulus, keluarganya juga ikut naik kelas,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5/2026).

    Dia menjelaskan bahwa pendekatan berbasis keluarga menjadi kunci untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi yang selama ini menjadi salah satu akar persoalan pendidikan.

    “Ada jutaan anak yang tidak terlihat dalam sistem. Mereka ini invisible people. Bisa jadi ada di sekitar kita, tapi tidak tersentuh program,” ujar Gus Ipul.

    Menurutnya, Sekolah Rakyat diposisikan sebagai pendongkrak dari lapisan paling bawah agar kesenjangan pendidikan dapat dipersempit secara sistemik.

    “Kalau kita bicara standar pendidikan yang baik, tentu tinggi. Tapi bagaimana semua bisa naik ke sana? Jawabannya gotong royong. Sekolah Rakyat ini menjadi instrumen untuk mengangkat dari bawah,” tuturnya.

    Gus Ipul juga menyoroti tantangan baru pendidikan di era teknologi. Di satu sisi, anak-anak Indonesia adalah generasi digital native, namun di sisi lain masih terdapat ketimpangan akses dan kesiapan.

    “Kita tidak punya banyak pilihan selain beradaptasi dengan teknologi. Tapi dengan keterbatasan anggaran, gotong royong menjadi keharusan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” ujarnya.

    Dia menegaskan bahwa ruang partisipasi publik harus dibuka seluas-luasnya agar kebijakan tidak berhenti di tingkat pusat, tetapi benar-benar dirasakan hingga ke akar rumput.

    Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menekankan bahwa keberhasilan belajar sangat ditentukan oleh lingkungan.

    “Hampir seluruh teori belajar menunjukkan bahwa keberhasilan belajar dipengaruhi oleh lingkungan. Lingkungan belajar yang bersih dan lingkungan sosial yang nyaman menjadi kunci,” ujarnya.

    Dia menambahkan bahwa birokrasi harus mampu ‘feeling the gap’ atau mengisi kesenjangan yang belum terjangkau, dengan menghimpun kekuatan masyarakat.

    “DNA bangsa Indonesia adalah gotong royong. Tantangannya adalah bagaimana menggerakkan dan menyatukan kekuatan itu,” ungkapnya.

    Di sisi lain, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti pentingnya revitalisasi madrasah dan penguatan pendidikan keagamaan.

    Menurutnya, meskipun menghadapi keterbatasan sarana, madrasah dan pesantren tetap berperan besar dalam mencetak generasi berkualitas dan memperkuat nilai kebersamaan.

    “Lembaga pendidikan yang paling mengaktualisasikan nilai gotong royong adalah madrasah dan pesantren. Sekitar 95 persen dikelola swasta, dan tetap bertahan dengan kekuatan komunitas,” tutupnya.



    (anl/ega)

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous Article3 Fakta Pekerja Outsourcing Dibatasi Hanya 6 Sektor : Okezone Economy
    Next Article Viral Patungan APBN Rp800 Triliun untuk Lunasi Utang Negara, Ini Faktanya : Okezone Economy
    admin
    • Website

    Related Posts

    Nasional

    Rupiah Melemah ke Rp18.091 per USD, Pasar Soroti Mundurnya Perry Warjiyo : Okezone Economy

    July 28, 2026
    Nasional

    IHSG Balik Menguat Usai Dibuka Melemah, Naik ke Level 6.197 : Okezone Economy

    July 28, 2026
    Nasional

    Prabowo Bentuk KSSK Plus, Danantara Masuk Komite Stabilitas Keuangan : Okezone Economy

    July 28, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News
    Uncategorized

    Suahasil Perintahkan Bea Cukai Terus Menggempur Peredaran Rokok Ilegal

    adminSeptember 16, 2026

    Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus menggempur peredaran rokok ilegal…

    5 Kebiasaan Era 90-an Ini Tak Boleh Diwariskan ke Gen Alpha

    September 16, 2026

    Jensen Huang Tolak Regulasi Baru untuk Atur Perkembangan AI

    September 16, 2026
    Top Trending
    Uncategorized

    Suahasil Perintahkan Bea Cukai Terus Menggempur Peredaran Rokok Ilegal

    adminSeptember 16, 2026

    Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus menggempur…

    Uncategorized

    5 Kebiasaan Era 90-an Ini Tak Boleh Diwariskan ke Gen Alpha

    adminSeptember 16, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — Era 1990-an sering dianggap masa yang seru, bebas,…

    Teknologi

    Jensen Huang Tolak Regulasi Baru untuk Atur Perkembangan AI

    karinaSeptember 16, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — CEO Nvidia Jensen Huang menolak seruan agar pemerintah membuat…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Demo
    Top Posts

    Video: Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon-Semarang II Resmi Beroperasi

    June 9, 202639 Views

    Disaksikan Prabowo, Purbaya Terima Uang Rp10,2 Triliun dari Jaksa Agung Hasil Denda Satgas PKH : Okezone Economy

    May 13, 202639 Views

    KSOP Labuan Bajo Larang Wisata Bahari Usai Gelombang Capai 2,1 Meter

    May 23, 202637 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.