Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menanggapi keputusan indeks provider global Morgan Stanley Capital International (MSCI). (Foto ;Okezone.com/IMG)
JAKARTA – Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menanggapi keputusan indeks provider global Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang akan kembali melakukan peninjauan (review) klasifikasi pasar modal Indonesia pada November mendatang.
Menurutnya, keputusan MSCI tersebut akan berfokus pada konsistensi pelaksanaan agenda transformasi bursa efek, sesuai dengan proposal yang telah diajukan sebelumnya.
“Kalau kita membaca pengumuman MSCI terakhir, yang ditunggu adalah konsistensi dari apa yang sudah dilakukan. MSCI sudah memberikan apresiasi bahwa kebijakan itu sudah in the right direction, yang ditunggu adalah konsistensi,” ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (29/6/2026).
Jeffrey memastikan empat agenda transformasi bursa efek akan terus dijalankan secara konsisten untuk meningkatkan transparansi, kedalaman pasar, dan integritas pasar modal Indonesia. Tujuannya adalah meningkatkan kepercayaan investor, baik asing maupun domestik, untuk menanamkan modalnya di Bursa Efek Indonesia.
“Jadi transparansi data akan secara konsisten kita sampaikan kepada publik. Bagaimana kita sama-sama mengawal terpenuhinya free float itu juga konsisten kita lakukan. Bagaimana kita terus melakukan screening atas saham-saham yang punya potensi, hingga pemegang sahamnya terkonsentrasi,” sambungnya.

