UMKM Didorong Naik Kelas Lewat Budidaya Madu Kelulut (Foto: PLN)
JAKARTA – Ekonomi hijau berbasis masyarakat didorong melalui pengembangan dan pendampingan budidaya madu kelulut (stingless bee). Hal ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam budidaya lebah kelulut, mengembangkan produk bernilai tambah seperti propolis, serta memperkuat usaha mikro berbasis potensi lokal dan ramah lingkungan.
“Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi madu kelulut, tetapi juga mendorong pengembangan produk turunan bernilai tambah seperti propolis, penguatan kapasitas kelompok usaha, hingga membuka peluang pengembangan wisata edukasi berbasis lingkungan,” ujar Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Menurut Mamit, budidaya madu kelulut memiliki nilai strategis karena mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem. Lebah kelulut juga berperan penting dalam membantu proses penyerbukan tanaman dan mendukung keanekaragaman hayati.
Budidaya madu kelulut ini di Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Melalui program tersebut, PLN EPI bersama anak usaha PT Energi Gas memberikan pelatihan budidaya madu kelulut dan pengolahan propolis kepada 10 peserta dari kelompok masyarakat setempat.
Perusahaan juga menyalurkan dukungan berupa 30 koloni lebah kelulut, 30 unit stup budidaya, 100 bibit tanaman pakan lebah, serta peralatan panen madu dan propolis.
PLN EPI menargetkan peningkatan produksi madu sedikitnya 30 persen dalam satu tahun, pertumbuhan jumlah koloni lebah sebesar 20 persen, serta peningkatan pendapatan kelompok usaha hingga 30 persen dalam dua tahun melalui pengembangan produk madu dan propolis.

