Pemerintah mempercepat program strategis pembentukan 80.000 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. (Foto: Okezone.com/Freepik)




JAKARTA – Di tengah pelemahan nilai tukar Rupiah dan lesunya daya beli masyarakat, pemerintah mempercepat program strategis pembentukan 80.000 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi desa berbasis koperasi sebagai respons terhadap kondisi ekonomi nasional yang tertekan.

Koperasi desa tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Koperasi (Kemenkop) yang menargetkan percepatan realisasi Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia.

“Dari target 80 ribu koperasi, sekitar 30 ribu bangunan sedang dikerjakan dan 6.300 sudah selesai serta siap beroperasi,” tegas Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Jumat (1/5/2026). 

Ia menjelaskan bahwa setiap desa mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp3 miliar yang mencakup pembangunan fisik, gudang, perlengkapan, hingga penguatan sumber daya manusia.

Ferry juga menyoroti konsep merek kolektif yang dinilai penting dalam penguatan koperasi desa. Menurutnya, konsep tersebut tidak hanya melindungi identitas produk lokal, tetapi juga berpotensi menjadi aset kekayaan intelektual yang dapat dimanfaatkan sebagai jaminan pembiayaan di perbankan.

“Kami ingin produk UMKM lokal bisa masuk dan dijual di gerai koperasi desa, sehingga benar-benar menjadi akses ekonomi rakyat,” ujar Ferry.

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version