Close Menu
    What's Hot

    MC Lomba Cerdas Cermat MPR Minta Maaf soal Pernyataan ‘Perasaan Adik-adik Saja’

    May 12, 2026

    Rupiah Melemah ke Rp17.529 per Dolar AS, Ini Penjelasan BI : Okezone Economy

    May 12, 2026

    Mobil Tabrak 2 Angkot Mogok di Tol Jagorawi Arah Bogor

    May 12, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Demos
    • Lifestyle
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Dewanpers
    Subscribe
    Portal Media NusantaraPortal Media Nusantara
    Home » The Fed Tahan Suku Bunga, Purbaya dan BI Beberkan Strategi Hari Ini
    Ekonomi

    The Fed Tahan Suku Bunga, Purbaya dan BI Beberkan Strategi Hari Ini

    adminBy adminApril 29, 2026Updated:April 30, 2026No Comments4 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar keuangan Indonesia kembali ditutup beragam pada perdagangan kemarin, Rabu (29/4/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat, sementara rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

    Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan bergerak volatil pada hari ini, Kamis (30/4/2026). Perdagangan hari ini juga menjadi perdagangan terakhir pada pekan ini karena pasar keuangan domestik akan libur pada Jumat (1/5/2026) dalam rangka Hari Buruh.

    Selengkapnya mengenai sentimen pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

    IHSG ditutup menguat 0,41% ke level 7.101,22 pada perdagangan Rabu kemarin. Penguatan ini sekaligus menjadi pembalikan arah setelah IHSG melemah dalam tujuh hari perdagangan beruntun.

    Sepanjang perdagangan kemarin, sebanyak 379 saham menguat, 282 saham melemah, dan 154 saham tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp17,24 triliun, dengan melibatkan 42,97 miliar saham dalam 2,45 juta kali transaksi.

    Investor asing masih mencatat aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp1,19 triliun di pasar saham domestik.

    Mengutip data IDX, penguatan IHSG ditopang sejumlah saham berkapitalisasi besar. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menjadi penopang utama setelah naik 1,77% dan menyumbang 5,22 poin terhadap IHSG.

    Selain TLKM, PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC) melesat 7,44% dan memberi kontribusi 4,84 poin. PT Pacific Strategic Financial Tbk. (APIC) juga naik 14,50% dengan kontribusi 4,06 poin, disusul PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) yang menguat 3,77% dan menyumbang 3,93 poin.

    Dari sisi sektoral, mayoritas sektor berada di zona hijau. Penguatan terbesar dicatatkan sektor industrial yang naik 2,41%, disusul infrastruktur 1,48%, barang konsumen primer 1,45%, dan finansial 1,04%.

    Sektor teknologi juga menguat 0,82%, barang konsumen non-primer naik 0,84%, energi naik 0,45%, properti dan real estat menguat 0,39%, serta transportasi dan logistik naik 0,31%.

    Meski begitu, tekanan masih terlihat di beberapa sektor. Sektor bahan baku melemah 1,08%, sementara sektor kesehatan terkoreksi tipis 0,09%.

    Di sisi pemberat, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menjadi penekan utama IHSG setelah turun 4,50% dan menyeret indeks sebesar 5,17 poin. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) juga melemah 2,55% dan menekan IHSG 3,97 poin.

    Dari pasar mata uang, nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu kemarin.

    Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengakhiri perdagangan di level Rp17.275/US$ atau melemah 0,38%. Pelemahan ini membawa rupiah kembali mendekati level psikologis Rp17.300/US$.

    Tekanan terhadap rupiah sudah terlihat sejak awal perdagangan. Rupiah dibuka melemah 0,26% ke level Rp17.255/US$, kemudian pelemahannya sempat semakin dalam hingga menyentuh Rp17.335/US$.

    Pelemahan rupiah pada perdagangan kemarin masih banyak dipengaruhi faktor eksternal, terutama arah dolar AS di pasar global menjelang pengumuman suku bunga bank sentral AS atau The Federal Reserve.

    Dolar AS cenderung menguat pada perdagangan Rabu, seiring sikap investor yang menunggu keputusan suku bunga The Fed. Pertemuan kali ini juga menjadi perhatian karena diperkirakan menjadi salah satu momen terakhir Jerome Powell sebagai Ketua The Fed.

    Selain agenda The Fed, ketidakpastian perang di Timur Tengah masih menjadi sumber tekanan bagi pasar global.

    Harga minyak naik pada perdagangan Selasa karena investor menilai konflik Iran belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian. Kabar Uni Emirat Arab memangkas hubungan dengan OPEC turut menambah perhatian pasar terhadap arah pasokan energi global.

    Kenaikan harga minyak juga menekan pasar obligasi AS. Harga obligasi turun, sementara imbal hasilnya naik, karena investor khawatir harga energi yang tinggi dapat kembali mendorong tekanan inflasi.

    Kondisi tersebut membuat ruang gerak rupiah semakin terbatas. Ketika dolar AS menguat dan investor memilih aset aman, mata uang negara berkembang seperti rupiah biasanya menjadi lebih rentan tertekan.

    Beralih ke pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun naik tajam pada penutupan perdagangan Rabu. Yield SBN 10 tahun melonjak 2,63% ke level 6,957%, semakin mendekati level psikologis 7%.

    Sebagai catatan, kenaikan imbal hasil mengindikasikan harga SBN sedang turun. Kondisi ini biasanya terjadi ketika pelaku pasar cenderung melepas atau menjual SBN di pasar sekunder.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleTak Ada Gengsi di Antara Kita, RI Cs Terbuka Butuh Rusia-Eropa Cemas
    Next Article Breaking News! BRI Cetak Laba Rp 15,5 T, Naik 14% di Q1-2026
    admin
    • Website

    Related Posts

    Ekonomi

    Kasus Kuras Rekening Bank Capital Ambon, Kuasa Hukum Nasabah Desak OJK Lakukan Audit Investigatif

    May 12, 2026
    Ekonomi

    Sebulan Naik 205%, BEI Gembok Saham Bekasi Asri Pemula (BAPA)

    April 30, 2026
    Ekonomi

    Mata Uang Asia Beda Nasib: Yen Terbang Cs, Rupiah Ambruk Paling Parah

    April 30, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Economy News
    Nasional

    MC Lomba Cerdas Cermat MPR Minta Maaf soal Pernyataan ‘Perasaan Adik-adik Saja’

    adminMay 12, 2026

    Jakarta – Pembawa acara atau master of ceremony (MC) Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar…

    Rupiah Melemah ke Rp17.529 per Dolar AS, Ini Penjelasan BI : Okezone Economy

    May 12, 2026

    Mobil Tabrak 2 Angkot Mogok di Tol Jagorawi Arah Bogor

    May 12, 2026
    Top Trending
    Nasional

    MC Lomba Cerdas Cermat MPR Minta Maaf soal Pernyataan ‘Perasaan Adik-adik Saja’

    adminMay 12, 2026

    Jakarta – Pembawa acara atau master of ceremony (MC) Lomba Cerdas Cermat…

    Nasional

    Rupiah Melemah ke Rp17.529 per Dolar AS, Ini Penjelasan BI : Okezone Economy

    adminMay 12, 2026

    Bank Indonesia (Foto: Okezone) JAKARTA – Bank Indonesia (BI)…

    Nasional

    Mobil Tabrak 2 Angkot Mogok di Tol Jagorawi Arah Bogor

    adminMay 12, 2026

    Bogor – Kecelakaan melibatkan Gran Max dan dua unit angkutan perkotaan (angkot)…

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Advertisement
    Demo
    Demo
    Top Posts

    Ahmad Dedi Bantah Tudingan Lari Hindari Wartawan karena Diduga Terlibat Suap

    May 10, 20267 Views

    Polisi Usut Viral Pemotor Rampas HP Bocah di Lubang Buaya Jaktim

    May 12, 20263 Views

    Puan Tegaskan DPR Bakal Tindaklanjuti Pembubaran Nobar Film ‘Pesta Babi’

    May 12, 20263 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.